Ahad 23 Jun 2019 14:17 WIB

Damri Beri Diskon Setengah Harga untuk Penumpang ke BIJB

Saat ini ada 12 perusahaan transportasi yang layan rute BIJB.

Rep: Arie Lukihardianti / Red: Agus Yulianto
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Perhubungan bekerja sama dengan Perum Damri akan menyediakan transportasi darat untuk mengangkut masyarakat yang ingin berangkat ke Bandara Intenasional Jawa Barat (BIJB) dari empat kota. Yakni, Kota Bandung, Cirebon, Kuningan dan Cikarang. 

Menurut GM Perum Damri Cabang Bandung Mursalin Tutu, pemberangkatan ini untuk mempermudah penumpang yang akan bepergian ke luar daerah Jabar menggunakan pesawat. Sebenarnya, Perum Damri mendapatkan bantuan lima bus dari manajemen BIJB untuk menggratiskan penumpang. 

 

"Namun, penggratisan tersebut kemungkinan tidak diberlakukan. Karena kami ingin melakukan pemerataan untuk seluruh bus yang ada di empat titik tersebut," ujar Mursalin kepada wartawan di acara Jabar Punya Informasi (Japri) terkait Persiapan Pemindahan Penerbangan Dari Bandara Husein Sastra Negara ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Jumat (21/6).

 

photo
Diskusi transportasi Bandara Kertajati (Foto: Arie Lukihardianti / Republika)

 

Mursalin mengatakan, kemungkinan pihaknya menggunakan opsi kedua dengan harga tiket Rp 35.000 atau Rp 37.500 per orang. Tarif ini, adalah tarif yang sudah didiskon sebesar 50 persen dari tarif asli. "Ini untuk 10 armada yang ada di Bandung," katanya. 

 

Saat ini, kata Mursalin, pihaknya menyiapkan 20 bus yang kemudian di sebar ke empat titik tersebut. Artinya tiap daerah minimal memiliki lima bus. Sedangkan harga tiket setiap kota berbeda. Di Bandung harga tiket normal Rp 75 ribu per orang, Cirebon Rp 40 ribu, Cikarang Rp 60 ribu dan Kuningan sekitar Rp 40-50 ribu.

 

"Ini beda karena jarak termpuhnya kan berbeda juga," kata Mursalin.

 

Mursalin mengaku, jumlah bus sebenarnya tergolong tidak banyak. Namun, ke depan jika jumlah penumpang semakin banyak yang menggunakan BIJB, maka armada bus pun sudah tentu bertambah.

 

Terkait jam pemberangkatan bus dari setiap kota, kata dia, kemungkinan akan berbeda. Misalnya di Bandung dan Cikarang, paling awal sekitar pukul 02.00 WIB. Sedangkan dari Cirebon dan Kuningan paling cepat pukul 04.00 WIB.

 

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat Hery Antasari mengatakan, Dishub Jabar akan menambah sebanyak mungkin titik penjemputan untuk masyarakat yang ingin berangkat menggunakan pesawat dari BIJB Kertajati. Jadi, kalau selama ini mayoritas ada di Bandung dan Cirebon, ke depan akan ditambah seperti dari Purwakarta dan Kuningan. 

 

"Sekarang ada 12 perusahaan baik bus dan minibus yang siap menjemput dan mengantarkan masyarakat dari dan ke BIJB Kertajati," katanya.

 

Selain itu, kata dia, saat ini memang sudah ada beberapa perusahaan travel yang sudah membuka rute ke BIJB dari beberapa daerah.  Hery pun berharap dengan adanya fasilitas ini maka masyarakat tidak khawatir dengan fasilitas penunjang yang memudahkan mereka menggunakan bandara ini.

 

Hery menilai, pemindahan sejumlah rute domestik dari Bandara Husein Sastranegara ke BIJB Kertajati akan berdampak baik pada penambahan slot penerbangan domestik dari Bandung. Bahkan, saat ini sejumlah maskapai penerbangan telah meminta slot penerbangan di Bandara Husein Sastranegara. 

 

"Tapi kan permintaan ke Husein itu tidak bisa terpenuhi karena slot penerbangannya sudah penuh," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement