REPUBLIKA.CO.ID, DEMAK—Memasuki musim kemarau tahun 2019 ini, sebagian wilayah yang berada di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah diimbau untuk megantisipasi potensi bencana kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah telah memetakan, sedikitnya 24.648 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 100 desa dan 14 kecamatan di daerah ini rentan terdampak.
Namun tidak demikian halnya dengan warga yang tinggal di wilayah pesisir bagian barat, yang berbatasan dengan wilayah Kota Semarang hingga pesisir utara wilayah Kabupaten Demak. Memasuki awal musim kemarau seperti sekarang ini, mereka menghadapi persoalan puncak elevasi genangan rob, di sejumlah lingkungan pemukiman warga.
Setidaknya, ada empat kecamatan yang terdampak genangan rob paling parah di daerah ini. Wilayah tersebut meliputi wilayah Kecamatan Sayung, Karang Tengah, Bonang serta wilayah Kecamatan Wedung.
Data yang dihimpun dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Kelas II Semarang, puncak genangan rob di wilayah Kabupaten Demak pada Kamis (13/6) ini memang telah berangsur- angsur menurun.
Namun di sejumlah lokasi, elevasi genangan rob ini masih mencapai 0,9 meter hingga 1 meter. Rob mengancam pada rentang waktu mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Sementara fluktuasi ketinggian genangan rob masih akan berlangsung hingga akhir bulan Juni ini.
Kepala BPBD Kabupaten Demak, Agus Nugroho menyampaikan, kawasan genangan rob terparah, terjadi di wilayah Kecamatan Sayung yang menggenangi kawasan pemukiman warga di 10 desa.
Yakni Desa Bedono, Purwosari, Sriwulan, Sidogemah, Gemulak, Surodadi, Tugu, Sidorejo, Banjarsari dan Desa Timbulsloko. “Di kawasan pemukiman, ketinggian genangan rob berkisar 20 centi meter hingga 80 centimeter,” jelasnya.