Selasa 11 Jun 2019 16:19 WIB

Ridwan Kamil Minta Instalasi Listrik di Pasar Diperiksa

PD Pasar dan Pemkot Bandung mengecek instalasi listrik di pasar

Suasana kios pascakebakaran Pasar Ujungberung, Kota Bandung, Senin (10/6).
Foto: Abdan Syakura
Suasana kios pascakebakaran Pasar Ujungberung, Kota Bandung, Senin (10/6).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil (Emil) meminta PD Pasar selaku pengelola pasar tradisional di Kota Bandung untuk memeriksa kembali seluruh instalasi kelistrikan yang ada di pasar-pasar tradisional terkait kebakaran di Pasar Kosambi dan Pasar Ujungberung Bandung.

"Terkait kebakaran Pasar Kosambi dan Ujungberung, saya titip agar PD Pasar dan Pemkot Bandung mengecek semua yang sisanya di luar pasar kemarin terbakar," ujar Gubernur Emil di Gedung Sate Bandung, Selasa (11/6).

Gubernur Emil mengaku prihatin dengan kebakaran yang melanda dua pasar tradisional di Kota Bandung dalam jangka waktu yang berdekatan, terlebih dampak dari kebakaran tersebut akan berimbas buruk bagi kegiatan jual beli di sekitar pasar terutama mereka yang kiosnya dilahap api.

Ia menduga jika kejadian ini terjadi secara beruntun dengan waktu yang berdekatan bukan tidak mungkin ada sistem yang sistematik dalam instalasi di setiap pasar. Oleh karena itu, Gubernur Emil meminta kasus kebakaran Pasar Kosambi dan Ujung Berung di Kota Bandung menjadi perhatian khusus Pemkot Bandung, khususnya PD Pasar.

Lebih lanjut ia mengatakan berdasarkan pengalaman saat memimpin Kota Bandung, dirinya rajin melakukan pemeriksaan di pasar-pasar untuk memastikan kesiapan perangkat terkait bahaya kebakaran.

Selain itu, pihaknya saat ini juga memastikan kerja sama dengan lembaga Cooper untuk memeriksa mayoritas kelistrikan rumah-rumah di Jawa Barat yang tujuannya menurunkan tingkat kejadian kebakaran yang disebabkan arus pendek.

"Ini karena hasil penelitian kebakaran itu diduga kualitas kelistrikan dari kabel dan instalasi kualitasnya rendah sehingga kena korslet sedikit mudah terbakar. Akibatnya ekonomi rakyat terganggu," ujar dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement