Senin 27 May 2019 18:28 WIB

Polri Sebut Kelompok yang Rencanakan Pembunuhan Berbeda

Polri menyebut ketiga kelompok berbeda.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Muhammad Hafil
Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal saat menggelar konferensi pers terkait kerusuhan di Jakarta dini hari tadi, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).
Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal saat menggelar konferensi pers terkait kerusuhan di Jakarta dini hari tadi, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Mohammad Iqbal, mengungkapkan, kelompok penjahat yang baru saja diumumkan penangkapannya berbeda dengan kelompok-kelompok sebelumnya. Kelompok-kelompok ini pun berbeda dari 442 perusuh yang telah ditetapkan tersangka sebelumnya.

"Tiga ini penunggang ya, teroris, terus kelompok yang kemarin masuk (senjata) dari Aceh, yang ini barusan saya rilis. Perusuh di lapangan lain, beda lagi," ujar Iqbal usai konferensi pers di Kemenko Polhukam, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (27/5).

Baca Juga

Menurutnya, ketiga kelompok tersebut memang berbeda dengan para perusuh yang menyerang petugas. Perusuh yang melakukan kerusuhan yang sebelumnya telah direncanakan sedemikian rupa. Tapi, kini kepolisian tengah menyelidiki lebih lanjut aktor intelektual di belakang semua kelompok itu.

"Nah yang ingin kita buktikan saat ini apakah aktor intelektual atau mastermind itu connect dengan ini, dengan dua kelompok ini," tuturnya.

Di samping itu, kepolisian sudah mengetahui identitas seseorang yang memberi perintah para tersangka pemilik senjata api dan rencana pembunuhan empat tokoh nasional. Kini, polisi sedang melakukan pendalaman terlebih dahulu sebelum membukanya ke publik.

"HK menerima perintah dari seseorang. Seseorang ini pihak kami sudah mengetahui identitasnya. Sedang didalami," kata Iqbal.

Iqbal juga mengatakan, empat tokoh nasional yang diincar untuk dibunuh itu merupakan pejabat negara, tapi bukan presiden. Untuk mengetahui detail lebih lanjutnya, kepolisian sedang melakukan pendalaman dan penyidikan.

"Sedang proses pendalaman, penyidikan, saat semakin mengerucut akan disampaikan ke publik," terangnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement