Jumat 17 May 2019 11:45 WIB

Jembatan Ambruk di Lintas Sumatra Bisa Dilalui H-7 Lebaran

Dua jembatan darurat di lokasi itu tetap difungsikan untuk lalu lintas kendaraan.

Kendaraan bergantian melewati jembatan darurat Batang Kalu, di Jalur Padang - Bukittinggi, Kayutanam, Kab.Padangpariaman, Sumatera Barat, Kamis (11/4/2019).
Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Kendaraan bergantian melewati jembatan darurat Batang Kalu, di Jalur Padang - Bukittinggi, Kayutanam, Kab.Padangpariaman, Sumatera Barat, Kamis (11/4/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Jembatan Batang Kalu di Kayu Tanam, Padangpariaman, Sumatera Barat, yang ambruk karena banjir pada Desember 2018, tengah proses pembangunan ulang. Jembatan ini ditargetkan bisa dilewati mulai H-7 Lebaran 2019 sehingga tidak akan menjadi salah satu titik kemacetan.

"Sekarang sedang proses konstruksi, targetnya H-7 selesai dan bisa dilewati kendaraan seperti semula," kata Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Padang, DirektoraJenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, Aidil Fiqri, di Padang, Jumat (17/5).

Selain jembatan utama, dua unit jembatan darurat yang saat ini menjadi akses bagi pengendara, tetap akan dipertahankan untuk sementara. Jika dibutuhkan, dua unit jembatan itu bisa dimanfaatkan untuk lalu lintas kendaraan.

Sementara itu, fisik jalan lintas Sumatera Padang-Pekanbaru via Limapuluh Kota berada dalam kondisi baik. Jalur ini laik digunakan pada arus mudik dan balik Lebaran 2019.

 

Ruas jalan Bukittinggi-Pangkalan, Limapuluh Kota, sedang dilaksanakan pekerjaan patching, overlay hotmix (pengaspalan), dan pemasangan u-ditch untuk drainase. Lalu pekerjaan holding dari Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Tanjung Pati, dan Jalan Diponegoro 50 Kota dilakukan karena aspal sudah tua dan perlu perbaikan darurat agar pemudik nyaman melaluinya.

"H-10 Bukittinggi-Batas Riau sepanjang 112 kilometer sudah sangat baik untuk dilewati," ujarnya.

Sementara ruas Padang-Bukittinggi sepanjang 90 kilometer nyaris tanpa lobang besar. Hanya ada beberapa aspal retak, solusinya penanganan patching telah dilakukan saat ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Heri Nofiardi menyebut pada jalan itu terdapat beberapa titik kemacetan parah, di antaranya Pasar Padang Luar dan Pasar Koto Baru. Sejumlah upaya sudah dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kemacetan yang terjadi.

Namun untuk titik Jembatan Batang Kalu Kayu Tanam, katanya, agak luput dari pendataan, padahal lima bulan terakhir menjadi salah satu titik macet parah di ruas jalan tersebut. "Beruntung, konstruksi jembatan yang ambruk di titik itu bisa diselesaikan sebelum lebaran," katanya.

Jalan lintas Sumatera Padang-Pekanbaru merupakan salah satu ruas jalan terpadat saat arus mudik dan balik Lebaran. Kondisi fisik jalan yang baik akan mengurangi potensi terjadinya perlambatan dan kemacetan di ruas jalan itu.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement