Senin 13 May 2019 17:29 WIB

Stadion Manahan Solo akan Dilengkapi Taman Bermain Anak

Taman bermain anak akan dibangun sebelah selatan velodrom.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Nur Aini
Stadion Manahan Solo
Foto: soloaja
Stadion Manahan Solo

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana membangun taman bermain anak di kawasan Gelanggang Olahraga (Gelora) Manahan. Taman tersebut bakal dilengkapi dengan alat-alat olahraga fitnes di luar ruangan.

Rencana tersebut diuraikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo Joni Hari Sumantri saat melakukan paparan di hadapan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, di Balai Kota Solo, Senin (13/5).

Baca Juga

Joni menjelaskan, taman bermain anak akan dibangun di sebelah selatan velodrom. Lokasi tersebut saat ini masih menjadi hutan kota dan lintasan lari atau jogging track. 

Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 300 juta. Anggaran tersebut diperoleh dari bantuan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Asosiasi tersebut terdiri dari sejumlah perusahaan asuransi jiwa di Indonesia. 

"Itu nanti bentuknya taman bermain anak, pembangunan sisi luar kolam, lalu juga pemasangan alat perlengkapan olahraga untuk fitnes, juga bangku-bangku untuk tempat duduk santai," terangnya kepada wartawan seusai paparan dengan Wali Kota. 

Joni menambahkan, taman tersebut juga akan dilengkapi fasilitas berupa ruang publik berkonsep yang kekinian, serta beberapa lokasi swafoto. 

Saat ini, persoalan perizinan dari Pemkot sudah rampung. Namun, masih ada beberapa koreksi dari Wali Kota terkait materi untuk taman tersebut. Selain itu, Pemkot tengah menyiapkan lahan yang akan digunakan sebagai taman. Sedangkan, AAJI melakukan perencanaan pembangunan. "Mereka akan membangun sendiri, rencananya 8 Agustus akan diresmikan," imbuh Joni. 

Secara terpisah, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menekankan mengenai unsur estetika dalam pembangunan taman bermain anak di Gelora Manahan tersebut. Dia mengusulkan agar pembangunan menggunakan bahan-bahan modern agar hasilnya memenuhi unsur estetika. 

Misalnya, pembangunan tempat duduk dari beton dianggap tidak nyaman, sehingga perlu diganti kursi. Sebab, taman tersebut diproyeksikan menjadi taman ramah anak di pusat Kota Solo. 

"Yang penting bagus secara estetika, keamanan terjamin dan kenyamanan masyarakat menjadi pertimbangan utama," ucap Wali Kota.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement