Kamis 09 May 2019 16:47 WIB

Tinjau Pasar, Wagub NTB Sebut Harga Masih Normal

Harga kebutuhan pokok kerap mengalami kenaikan selama Ramadan

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Andi Nur Aminah
Wakil Gubernur NTB Siti Rohmi Djalilah
Foto: dok. Tim Pemenangan Zul-Rohmi
Wakil Gubernur NTB Siti Rohmi Djalilah

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Kebon Roek dan Pasar Mandalika, Kota Mataram, Kamis (9/5). Rohmi mengaku ingin memastikan di pasaran tetap stabil. Rohmi mengatakan harga kebutuhan pokok kerap mengalami kenaikan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Menurut Rohmi, hal ini terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat. Meski begitu, Rohmi menyampaikan, berdasarkan pantauannya, kondisi harga di Mataram masih relatif stabil, meski sempat mengalami kenaikan harga beberapa waktu lalu.

Baca Juga

"Alhamdulilllah hasilnya cukup menggembirakan dari sisi harga. Bawang putih yang kita khawatirkan di angka Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per kg, sekarang ada di kisaran Rp 40 ribu per kg. Kemudian Bawang merah juga stabil, malah tadi kita lihat ada yang Rp 13 ribu," ujar Rohmi.

Rohmi menyampaikan masalah daging juga menjadi fokus pada kunjungan kali ini. Rohmi mengkhawatirkan adanya indikasi pengemasan daging impor dicampur dengan daging lokal. "Idealnya daging impor itu sampai ke tangan konsumen dalam kondisi beku. Sedangkan tadi kita temui di pasar, ada yang dijual dalam kondisi yang sama dengan daging lokal, artinya sudah cair," kata Rohmi.

Rohmi mengatakan kondisi daging tersebut tentu berbahaya bagi konsumen. Rohmi meminta distributor daging untuk menyiapkan cold box untuk menyimpan daging.

Rohmi mengungkapkan, harga daging lokal dan impor terpaut cukup jauh, namun kebanyakan masyarakat tidak bisa membedakan. Rohmi menyebut daging lokal seharga Rp 135 ribu, sedangkan daging impor seharga Rp 80 ribu. Rohmi meminta para penjual tidak merugikan pembeli.

"Mudah-mudahan dengan kita turun ke pasar, para pedagang di pasar bisa menjual daging sesuai dengan harganya. Kita tidak ingin para penjual menyamakan harganya dengan daging lokal. Masyarakat jangan sampai dirugikan," ucap Rohmi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement