Jumat 03 May 2019 17:06 WIB

Enam Orang Terluka Akibat Ledakan Tabung Gas di Tasikmalaya

Satu bayi terluka dalamperistiwa ledakan tabung gas itu.

Rep: Bayu Adji/ Red: Friska Yolanda
Petugas kepolisian memeriksa tempat kejadian perkara ledakan akibat kebocoran selang pipa gas di Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jumat (3/5).
Foto: Republika/Bayu Adji
Petugas kepolisian memeriksa tempat kejadian perkara ledakan akibat kebocoran selang pipa gas di Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jumat (3/5).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Sebanyak enam orang orang terluka akibat ledakan yang disebabkan kebocoran selang pada tabung gas 3 kilogram di RT 03 RW 02 Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Jumat (3/5) pagi. Empat orang mengalami luka bakar sekitar 70 persen, sementara dua lainnya hanya mengalami luka bakar ringan. 

Seluruh korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Berdasarkan pantauan Republika.co.id, tiga korban masih menjalani perawatan serius akibat luka bakar di sekujur tubuhnya.

Salah satu saksi, Nurhasanah (41 tahun) mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Dirinya yang sedang menjemur pakaian kaget mendengar ledakan yang terjadi dari rumah salah seorang tetangganya.

"Ada suara kayak bom," kata dia di lokasi kejadian, Jumat (3/5).

Menurut dia, saat mendatangi sumber suara tersebut terlihat kobaran api di atas genting. Karena itu, warga langsung bergotong royong memadamkan api dan menolong korban.

Tak lama setelah kejadian, api berhasil dipadamkan. Sementara barang-barang berharga dikeluarkan dari rumah dan korban yang terkena dampak ledakan itu dilarikan ke RSUD dr Soekardjo.

"Pemadam juga sempat datang. Tapi api sudah dipadamkan oleh warga," kata dia.

Menurut dia, empat orang yang menjadi korban dengan luka bakar serius adalah Dede (38), Heni (52), Ujang (40), dan Nana (62). Sementara Maryam (25) dan Azka (2 bulan) hanya menderita luka ringan.

"Bayi cuma rambut kena dan kena hawa gas," kata dia.

Sementara itu, Robi (26) salah satu keluarga korban mengatakan, dirinya tak berada di lokasi saat ledakan terjadi. Ia hanya dikabari lantaran ayahnya menjadi korban ledakan.

"Kejadian langsung ditelepon, dikabari ada ledakan," kata dia.

Berdasarkan cerita orang tuanya, ledakan itu terjadi saat ayahnya dimintai tolong oleh tetangganya membetulkan kompor gas. Namun saat hendak dicoba setelah diutak-atik, justru timbul ledakan. Bahkan, sempat ada api yang tersembur dari sumber ledakan itu.

"Mau dibetulin, niatnya nolong. Taunya meledak," kata dia.

Saat Republika.co.id datang ke lokasi kejadian, terlihat ada petugas kepolisian yang sedang memeriksa. Beberapa barang-barang korban yang berhasil diselamatkan terlihat berhamburan di luar rumah. Sementara di bagian dalam rumah terlihat berantakan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement