Sabtu 13 Apr 2019 18:32 WIB

Sedekah Putih Jadi Unggulan Prabowo-Sandi di Debat Kelima

Tim Prabowo-Sandi juga menyoroti kejadian perundungan anak di Kalbar

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Nidia Zuraya
Pertemuan antara Aa Gym (tengah) dengan Sandiaga Uno (Kiri) dan Prabowo Subianto (kanan) di Jakarta, Sabtu (13/4).
Foto: Dok Republika.co.id
Pertemuan antara Aa Gym (tengah) dengan Sandiaga Uno (Kiri) dan Prabowo Subianto (kanan) di Jakarta, Sabtu (13/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program Sedekah Putih bakal menjadi unggulan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam rangkaian debat capres dan cawapres kelima di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4). Program Sedekah putih ini terkait tema debat, yakni kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan industri.

"Kalau kita untuk kesejahteraan sosial pertama sekali revolusi putih diubah jadi Sedakah putih," kata Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean, Sabtu di Hotel Sultan, Sabtu (13/4) sore menjelang debat.

Baca Juga

Ferdinand menjelaskan, sedekah yang dimaksud yakni upaya pemenuhan gizi bagi anak-anak kekuarangan gizi."Kita berikan tambahan makanan gizi, terutama di PAUD, TK dan SD, contoh bubur kacang ijo kita libat kadar gizi dan kalorinya," kata dia melanjutkan.

Dalam aspek pendidikan, Ferdinand sempat menyoroti kejadian perundungan anak di Kalimantan Barat. Ia mengatakan, akan ada program libur sekolah agar anak-anak bisa menghabiskan waktu lebih bersama keluarga, menghindari potensi perundungan yang terjadi.

Politikus Demokrat itu juga kembali mengungkapkan wacana penghapusan ujian nasional yang sempat dilontarkan Cawapres 02 Sandiaga Uno. Hal tersebut, kata Ferdinand juga akan tetap ditonjolkan sebagai revolusi di bidang pendidikan.

Terkait persiapan debat Pamungkas ini, Ferdinand mengaku, BPN tifak menjumpai kendala dan debat disiapkan tanpa persiapan khusus. Isu ekonomi dalam debat ini, kata Ferdinand, sudah menjadi isu utama bagi Prabowo - Sandi.

"Banyakan senyum aja jangan tegang-tegang," kata Ferdinand menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement