Jumat 12 Apr 2019 23:12 WIB

Golkar: Pemilu untuk Mencari Persamaan

Masyarakat harus saling berkolaborasi menghadapi pesta demokrasi.

Red: EH Ismail
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan pidato saat kampanye terbuka partai golkar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (9/4).
Foto: Republika/Prayogi
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan pidato saat kampanye terbuka partai golkar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (9/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Partai Golkar mengimbau masyarakat untuk memahami hakikat pemilu untuk menemukan persamaan. Hal itu berkaitan dengan visi, misi, dan program kerja para calon presiden dan wakilnya, serta calon anggota legislatif.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta pada Jumat (12/4). Imbauan ini disampaikannya kepada seluruh masyarakat Indonesia, karena semakin dekat dengan Pemilu 2019.

“Kita akan menyambutnya dengan penuh semangat. Pemilu adalah sebuah perayaan kedaulatan rakyat, sebuah kompetisi untuk memberikan pilihan yang terbaik bagi rakyat kita. Partai Golkar ingin mengulang kembali pesan Pak Jokowi bahwa pemilu bukanlah sebuah peperangan,” ujarnya

Karena itu, pihaknya mengingatkan semua pihak untuk mencari persamaan, bukan mempertajam perbedaan yang ada. Masyarakat harus saling berkolaborasi, bukan menyudutkan atau mencari kesalahan satu dan lainnya. 

“Justru dalam momen pemilu yang penting nanti, kita harus saling membesarkan dan tetap menjaga semangat persaudaraan. Bendera kita boleh berwarna-warni, tetapi semua itu harus tetap di bawah naungan Merah Putih yang gagah dan abadi,” ujarnya.

Sejak masa reformasi yang diawali dua dekade yang lalu, Indonesia telah membuktikan pada dunia sebagai bangsa besar yang demokratis. Indonesia terbukti menjadi negeri tempat perbedaan diterima dengan penuh rasa syukur di bawah binneka tunggal ika.

“Karena itu, dengan datangnya tahun pemilu 2019, Partai Golkar mengajak kepada seluruh kekuatan bangsa Indonesia untuk membuktikan sekali lagi bahwa demokrasi yang damai memang sudah menjadi tradisi politik kita,” ujarnya.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi