Selasa 09 Apr 2019 00:55 WIB

Jadwal Perjalanan KA Jarak Jauh akan Terhambat

Terhambatnya jadwal perjalanan KA jarak jauh dampak beroperasinya jalur ganda

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya
Kereta api, ilustrasi
Foto: epublika/Edwin Dwi Putranto
Kereta api, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan mengoperasikan jalur kereta api double double track (DDT) dari Stasiun Jatinegara hingga Cakung pada 12 April. Nantinya, delapan kereta api jarak jauh yang melintasi jalur tersebut akan mengalami keterlambatan 2-6 menit.

Adapun kedelapan kereta jarak jauh antara lain KA Senja Utama Solo, KA Senja Utama Yogja, KA Kutojaya, dan KA Jayabaya. Kemudian, KA Argo Parahyangan, KA Gaya Baru Malam Selatan, KA Sawunggalih, serta KA Gumarang.

Baca Juga

"Berangkat malam dari timur yang menuju Jakarta yang terganggu. Dari Jakarta tidak ada masalah, karena dari Gambir itu (paling malam) jam 23.00 atau 23.20 WIB," ujar Deputi I Daop I Jakarta Bidang Operasional PT KAI Sofyan Hasan saat acara 'Rencana Switch Over dan Pengoperasian Double-Double Track Jatinegara-Cakung', di Sriwijaya Hotel, Senin (8/4).

Tak hanya itu, lanjut Jumardi, KRL Commuterline Jakarta Kota-Bekasi terakhir pukul 00.20 WIB juga dipastikan akan mengalami keterlambatan. Namun demikian, Sofyan mengatakan saat ini pihak KCI belum menentukan apakah perjalanan kereta dibatalkan atau tetap beroperasi.

"Tapi yang kereta terakhir itu nanti diinfokan oleh KCI dibatalkan atau tidak. Kalau yang paling pagi, Insha Allah masih akan tetap beroperasi jam 04.50 WIB," ucapnya.

Sofyan menambahkan pengoperasian DDT tersebut akan lebih cepat 10-20 menit dengan kecepatan maksimal 75 km per jam. "Kita rencana sekarang 70 km per jam, kalau hitungan saya bisa hemat waktu 10-20 menit KRL. Bukan hanya KRL tapi ya, semua kereta nanti yang lewat situ," ucapnya.

KCI pun akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun pemangku kepentingan di lintasan tersebut lantaran akan diadakan penutupan perlintasan sebidang selama pengoperasian berlangsung. Adapun perlintasan sebidang yang akan ditutup yaitu JPL 52 di Pisangan Lama (Pasar Enjo) dan JPL 66 di Stasiun Cakung, Jakarta Timur.

Dengan adanya DDT di jalur Jatinegara-Cakung, nantinya akan terdapat empat jalur, yakni dua jalur untuk KRL commuterline dan dua jalur untuk kereta api jarak jauh.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement