Sabtu 30 Mar 2019 00:25 WIB

Erick Thohir Gelar Kampanye Digital Menangkan Paslon 01

Erick Thohir mengatakan kampanye digital wujud menyampaikan hal baik ke masyarakat

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Christiyaningsih
Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin Erick Thohir meyampaikan pandangannya dalam talkshow kado nusantara dalam pameran Karya Adalah Doa,Senyawa Karya, Sewujud Doa di Jakarta, Jumat (29/3).
Foto: Republika/Prayogi
Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin Erick Thohir meyampaikan pandangannya dalam talkshow kado nusantara dalam pameran Karya Adalah Doa,Senyawa Karya, Sewujud Doa di Jakarta, Jumat (29/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Erick Thohir menggelar pameran 'Karya Adalah Doa untuk Nusantara' di Senayan City, Jakarta, Jumat (29/3). Dia mengatakan kampanye ini digelar sebagai langkah memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.

"Kami merangkul juga para milenial atau kreatif Indonesia yang memang suka atau tidak, keragamanan yang ada di Indonesia merupakan sebuah kekuatan," kata Erick Thohir di Jakarta, Jumat (29/3).

Baca Juga

Mantan direktur utama Inter Milan itu mengatakan kegiatan ini merupakan kampanye digital yang positif. Kampanye tersebut diharapkan dapat memaparkan visi misi pasangan calon (paslon) nomor urut 01 dengan lengkap. "Ini sebuah wujud menyampaikan hal-hal yang baik untuk masyarakat di kampanye jadi jangan hanya kita mengeluarkan jargon-jargon yang menakut-nakuti masyarakat," kata Erick lagi.

Erick menuturkan kampanye digital atau pameran ini merupakan perwujudan dari keberagaman yang ada di Indonesia. Hadirnya kampanye digital adalah bukti kebhinekaan menjadikan Indonesia negara yang bisa diperhitungkan.

Karya Adalah Doa berbentuk user-generated content dengan medium website dan media sosial. Tujuan ini untuk menyebarkan semangat kampanye kreatif, positif, optimis dan damai. Kampanye digital juga dimaksudkan melawan kampanye hitam, fitnah, dan hoaks yang dapat memecah belah bangsa Indonesia.

Kegiatan ini adalah episode kedua dari Kampanye Kisah Blusukan Jokowi (Jokowi Tintin) pada Pilpres 2014 yang dibuat oleh relawan Demokreatif yang sebelumnya bernama Tim Gulung Lengan Bajumu. Hingga pertengahan Maret 2019, sudah lebih dari 350 karya kontributor yang terdiri dari ilustrasi, fotografi, video, lagu, hingga action figure.

Pameran ini digelar mulai Rabu (27/3) Sabtu (30/3). Pameran ini bekerja sama dengan seniman-seniman, fotografer, videografer, hingga rumah produksi audio untuk melahirkan pengalaman-pengalaman kampanye politik gaya baru.

Sebelumnya, Jokowi-Ma'ruf juga sempat menggunakan hologram untuk berkampanye untuk menjangkau para pemilih dalam Pilpres 2019. Selain mengantisipasi jadwal kampanye yang padat, teknologi ini juga menjadi ujung tombak mendekatkan pasangan ini dengan calon pemilih.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement