Sabtu 02 Mar 2019 17:05 WIB

PDAM Solok Selatan Siagakan Satu Mobil Tangki Air Bersih

Mobil tangki sudah disiagakan sejak Jumat kemarin.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Muhammad Hafil
Gempa Bumi Solok Selatan: Warga menunjukan rumahnya yang rusak akibat gempa bumi di Nagari Talunan Maju, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Kamis (28/2/2019).
Foto: Antara/Humas Solok Selatan
Gempa Bumi Solok Selatan: Warga menunjukan rumahnya yang rusak akibat gempa bumi di Nagari Talunan Maju, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Kamis (28/2/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLOK SELATAN--Penanganan pasca gempa bumi di Kabupaten Solok Selatan terus diupayakan oleh pihak pemerintah, TNI, Polri, organisasi perangkat daerah dan relawan. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Solok Selatan memberikan sumbangan dengan menyiagakan satu unit mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat korban gempa yang saat ini bermukim di tenda darurat.

PDAM menyiagakan satu mobil tangki air minum yang bermuatan  4.000 liter air bersih..

Baca Juga

"Kami menyediakan satu tangki untuk menyuplai air bersih di lokasi gempa. Tangki di siagakan di posko bencana di Kantor Camat Sangir Balai Janggo," ujar Direktur PDAM Solsel, Endri Karani, Sabtu (2/3).

Mobil tangki ini kata Endri sudah mulai disiagakan di Sangir Balai Janggo sejak Jumat (1/3) kemarin, atau sehari pasca gempa terjadil. Kecamatan Sangir Balai Janggo sejauh ini memang belum termasuk ke dalam daerah jaringan PDAM.

Ketika tangki air minum sudah kosong, pengisian ulang harus dilakukan di daerah terdekat yang punya sumber air cukup bagus. Yakni, di daerah Lubuak Gadang Utara, Sangir.

Di saat yang berlainan, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solsel, Johny Hasan Basri mengatakan para korban bencana saat ini belum merasa kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Karena warga-warga masih bisa mengakses air bersih dari rumah masing-masing dan tempat sumber air untuk umum yang sudah ada sejak lama.

Yang paling dibutuhkan warga Solok Selatan saat ini kata Johny adalah tambahan jumlah tenda darurat. Sekarang warga korban gempa membutuhkan setidaknya sebanyak 30 tenda.

Untuk bantuan makanan dan logistik lainnya, sudah mulai datang bantuan dari berbagai pihak. "Yang paling dibutuhkan adalah tenda tempat berteduh bagi masyarakat. Sebab, masyarakat masih mengalami trauma dan takut masuk ke rumahnya. Khawatir akan gempa susulan," ujar Johny.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement