Rabu 27 Feb 2019 02:07 WIB

Dinkes DIY: Kasus DBD Mungkin akan Terus Meningkat

Dinas Kesehatan DIY mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Esthi Maharani
Pengasapan (Fogging) mencegah DBD
Foto: ACT
Pengasapan (Fogging) mencegah DBD

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus meningkat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Untuk itu, Dinas Kesehatan DIY mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengandalian Penyakit Dinas Kesehatan (P2P Dinkes) DIY, Berty Murtiningsih mengatakan, kasus DBD berkemungkinan akan terus meningkat. Sehingga perlu dilakukannya pencegahan, salah satunya dengan melakukan gerakan 3M yaitu menguras, menutup dan mengubur.

"Kalau dilakukan pencegahan agar kasus DBD tidak naik, dari awal dengan melakukan 3M. Berarti nyamuk ya tidak bisa berkembang banyak," kata Berty kepada Republika, Selasa (26/2).

Ia mengatakan, di musim penghujan ini masyarakat juga diimbau untuk tidak membiarkan tampungan air terbuka. Bak mandi pun juga harus terus dikuras dengan tujuan tidak menjadi sarang nyamuk.

"Barang bekas juga jangan dibiarkan. Bisa dijadikan kreasi jika susah untuk dibuang," katanya.

Selain itu, gerakan dari Kementerian Kesehatan yaitu Satu Rumah Satu Jumantik juga harus dilakukan. Bahkan, di liingkungan sekolah juga harus ada yang menjadi pemantau potensi sarang nyamuk yang dapat berkembang.

"Tidak hanya rumah, tapi juga sekolah. Berarti ada orang yang bertanggung jawab terhadap jumantik ini. Supaya tidak menjadi nyamuk dewasa," ujarnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement