Jumat 15 Feb 2019 02:00 WIB

Perencanaan Jadi Ujung Tombak Pembangunan NTB

Salah satu kekurangan yang menjadi persoalan adalah komunikasi.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Muhammad Hafil
Foto udara gerbang barat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola oleh ITDC di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (10/11/2018).
Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Foto udara gerbang barat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola oleh ITDC di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (10/11/2018).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, perencanaan merupakan ujung tombak dalam keberhasilan pembangunan daerah. Rohmi menyebut sejumlah hal penting dalam  pembangunan yakni memiliki kompetensi, ilmu dan pengalaman; data yang cukup; dan bersinergi.

"Kalau dasarnya data yang baik maka apa yang kita lakukan insyaAllah efektif tepat pada sasaran," ujar Rohmi saat acara bertajuk "Penyusunan dan Perencanaan Kebijakan Ekonomi Daerah Provinsi NTB" di Hotel Lombok Raya, Kamis (14/2).

Rohmi menilai salah satu kekurangan yang menjadi persoalan adalah komunikasi. Rohmi beranggapan sinergi antara satu dan lainnya seperti tersekat. Rohmi mengatakan komunikasi yang baik dan sinergi pemegang kebijakan faktor penting agar pembangunan bisa berjalan dengan baik.

"Berkaca dari gempa, itu jadi pelajaran agar struktur rumah yang dibangun itu tidak asal-asalan. Dengan menyadari kondisi ini, maka dapat melatih pula pikiran positif, tenang, dan siap ketika menghadapi bencana," kata Rohmi.

Kepala Bappeda NTB Ridwansyah mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi bersama Bank Indonesia dalam menjabarkan visi misi NTB ke depan. Ridwansyah menambahkan, NTB dikenal sebagai provinsi yang paling progresif dalam penurunan angka kemiskinan.

"BI Provinsi NTB sebagai mitra strategis pemda melaksanakan kegiatan ini sebagai wadah fasilitasi pengembangan kompetensi penyusunan rencana pembangunan daerah agar NTB lebih baik ke depan," kata Ridwansyah. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement