REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu dibangun dengan kebijakan tepat sasaran agar berbagai persoalan bisa teratasi. "NTT perlu perhatian khusus, kebijakan khusus, untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat dan pendidikan supaya produktivitasnya cepat meningkat,” ungkap Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.
Dia mengatakan persoalan yang dihadapi NTT dan daerah-daerah lainnya di Indonesia, bukan hanya soal kesenjangan kesejahteraan masyarakat, namun juga terkait belum meratanya pembangunan.
Menurutnya, diperlukan aturan khusus guna mempercepat masyarakat menengah ke bawah naik kelas dan mendorong mereka produktif, bisa menciptakan lapangan kerja, serta menjadi pembayar pajak baru.
Semakin banyak masyarakat produktif, berarti semakin banyak yang ikut membangun atau menopang perekonomian daerah dan nasional. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa pesat.
“Ini hanya bisa dilakukan dengan kebijakan tepat sasaran, baik untuk kesejahteraan masyarakat maupun pembangunan,” tegas HT yang berencana terjun langsung memotivasi dan memberikan Pembekalan Caleg ke 80 dapil seluruh Indonesia.
Sementara itu, sebagai upaya untuk membangun masyarakat menengah ke bawah, Partai Perindo terus memaksimalkan pelbagai program, antara lain Partai yang dideklarasikan 7 Februari 2015 ini punya program Gerobak Perindo.
Saat ini, ada 100.000 Gerobak Perindo di seluruh Indonesia, program koperasi nelayan, pemberian mesin perontok padi dan pembinaan untuk petani serta program-program lainnya untuk membangun kesejahteraan masyarakat.
Untuk itu, dalam setiap kunjungannya ke daerah HT selalu berpesan kepada kader dan caleg untuk bekerja keras memenangkan Partai Perindo. Dengan memiliki banyak kursi di dewan, partai berlambang rajawali ini bisa berperan besar membuat kebijakan tepat sasaran yang mempercepat kemajuan daerah dan masyarakatnya serta Indonesia pada umunya.
"Kita harus punya sistem untuk mempercepat masyarakat bawah ke menengah, menengah ke atas. Ini hanya bisa dilajukan dengan kebijakan tepat sasaran," jelas dia dalam siaran persnya.