Ahad 09 Dec 2018 23:50 WIB

Jokowi Ingin Indonesia Berbudaya dalam Toleransi

Acara KKI diselenggarakan sejak 5 hingga 9 Desember 2018.

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Muhammad Hafil
Penyerahan Naskah Strategi Kebudayaan. Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan saat penutupan Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018 di Jakarta, Ahad (9/12).
Foto: Republika/ Wihdan
Penyerahan Naskah Strategi Kebudayaan. Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan saat penutupan Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018 di Jakarta, Ahad (9/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menutup pelaksanaan Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Di dalam sambutannya, Jokowi menyebut inti dari kebudayaan adalah kegembiraan.

"Kita tidak cukup hanya menjamin ketersediaan panggung ekspresi. Yang kita butuhkan adalah panggung interaksi yang bertolernasi. Yang kita butuhkan adalah panggung toleransi dalam berinteraksi, karena inti kebudayaan dalah kegembiraan," kata Jokowi, saat memberi sambutan di halaman Kantor Kemendikbud, Ahad (9/12).

Ia mengatakan, dalam berbudaya seharusnya dibarengi dengan toleransi di dalamnya. Kontestasi diri tanpa toleransi juga akan memicu kecemburuan dan kebencian. Hal ini, kata Jokowi akan menimbulkan sifat saling hujat dan saling memfitnah.

"Kontestasi ekonomi yang tanpa toleransi juga dipastikan akan memperlebar ketimpangan yang ada. Kontesasi politik tanpa toleransi pun bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai kemenangan. Itu juga bahaya," kata dia.

Lebih lanjut, ia juga menuturkan ekspresi yang diwarnai toleransi yang diekspresikan membutuhkan ruang dalam hati dan pikiran kita. "Membutuhkan ruang dalam niat di semua tindakan kita untuk membuka diri, untuk berbagi dan untuk mengembangkan diri," kata Jokowi melanjutkan.

Acara KKI diselenggarakan sejak 5 hingga 9 Desember 2018. Menurut Mendikbud, Muhadjir Effendy selama diselenggarakan, KKI telah dihadiri ribuan orang baik itu peserta kongres dan penggembira. "Sejak dilaksanakan sejak 5 sampai 9 Desember 2019 dihadiri tidak kurang dari 7.000 orang dari seluruh Indonesia," kata Muhadjir.

Muhadjir mengatakan, KKI kali ini dilaksanakan dengan format yang berbeda. KKI tahun ini dilakukan sebagai bentuk ekspresi para budayawan dan pegiat budaya dalam mengungkapkan pokok-pokok pikirannya. Setelah diselenggarakan selama lima hari, hasil kongres tersebut pun diserahkan kepada Presiden Jokowi oleh para pegiat kebudayaan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement