Selasa 30 Oct 2018 20:14 WIB

Bupati Bekasi Hamil 13 Minggu

Usia kehamilan 13 minggu. Secara umum kondisi baik

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Esthi Maharani
Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hassanah Yasin (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/10/2018).
Foto: Antara/Aprillio Akbar
Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hassanah Yasin (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Tim dokter Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dokter spesialis RSCM telah melakukan pengecekan kesehatan tehadap Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin (NHY) sebagai tersangka dugaan suap izin proyek Meikarta di Cikarang , Bekasi, Jawa Barat. Saat ini, politisi Partai Golkar tersebut sedang dalam keadaan berbadan dua.

"Minggu lalu sudah difasilitasi pengecekan ke dokter spesialis di RSCM. Usia kehamilan 13 minggu. Secara umum kondisi baik," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Selasa (30/10).

Sebelumnya, Neneng baru saja melahirkan anak ketiganya pada akhir tahun lalu. Bahkan CEO Lippo Group James Riady mengakui sempat datang ke kediaman Neneng untuk sekedar memberi selamat kepada Neneng yang baru saja melahirkan.

"Benar saya ada bertemu sekali dengan ibu Bupati yaitu pada saat beliau baru saja melahirkan," kata James di Gedung KPK Jakarta, Selasa (30/10).

James mengaku sebelum pertemuan tersebut, ia tak pernah bertemu dengan Neneng. Bahkan, ia juga baru mengetahui bahwa yang memimpin kabupaten Bekasi adalah seorang perempuan.

"Kebetulan saya ada berada di Lippo Cikarang diberitahu bahwa beliau baru melahirkan. Saya pertama kali baru tahu bahwa bupati itu adalah seorang ibu wanita. Oleh karena itu Waktu saya diajak untuk mampir hanya sekedar mengucapkan selamat saja. Saya mampir ke rumah beliau mengucapkan selamat. Tidak ada pembicaraan lain. Tidak ada pembicaraan izin, tidak ada pembicaraan mengenai bisnis atau apapun dengan beliau. Nah itu yang sudah saya memberikan pernyataan," tegas James.

Sementara Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin yang juga diperiksa oleh penyidik KPK mengakui pernah bertemu ddngan James. Namun ia tidak menjelaskan secara rinci apakah pertemuannya dengan James membahas tentang proyek Meikarta.

"Pernah pernah, (pertemuan) secara umum saja," ungkap Neneng.

Dikonfirmasi terkait pertemuan tersebut, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan dirinya belum mengetahui pasti ihwal pertemuan antara James dan Neneng.

"Kalau itu intinya saya belum tau. Tapi namanya  pertemuan kalau pengusaha dengan Bupati itu pasti ada. Enggak mungkin enggak. Tapi yang dibicarakan harus pasti benar tidak ada kolusi-kolusi," kata Basaria.

KPK baru saja menetapkan Bupati Bekasi periode 2017-2022, Neneng Hasanah Yasin (NHY) dan Direktur Operasional (DirOps) Lippo Group, Billy Sindoro (BS) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta.

Selain Neneng dan Billy, ‎KPK juga menetapkan tujuh orang lainnya yakni, dua konsultan Lippo Group, Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group, Henry Jasmen (HJ). Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat ‎MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi, Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi (NR).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement