REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hurahaean menilai, pendapat Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief kepada Prabowo Subianto di Twitter merupakan hal positif. Menurut dia, hal itu dilakukan untuk memberikan semangat kepada calon presiden nomor urut dua itu.
"Untuk kebaikan semua karena kita ingin menang dalam Pilpres ini. Bukan untuk tujuan negatif. Gitu aja," kata dia di Jakarta, Jumat (12/10).
Namun, Ferdinand mengatakan, pendapat Andi bersifat personal. Ia menegaskan, yang disampaikan mantan aktivis mahasiswa 1998 itu tak mengatasnamakan Partai Demokrat.
Ia menjelaskan, pendapat partai hanya disampaikan melalui Sekretaris Jenderal dan langsung kepada Badan Pemenangan Nasional (BPN). Bukan dengan sebuah pernyataan di media sosial.
"Jadi itu pernyataan tengah publik agar Prabowo semakin gesit. Memang ini pertarungan yang tidak mudah, maka diperlukan energi yang levih besar," ujar dia.
Ia menambahkan, secara struktur Andi juga tak masuk dalam BPN Prabowo-Sandiaga Uno. Menurut dia, Katua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang secara khusus meminta Andi tetap fokus untuk urusan partai.
"Andi ini kan tidak masuk di tim pemenangan, jadi beliau ini, kita melihatnya sebagai seseorang mandiri bersuara sebagai suara netizen lah. Itu sah-sah saja," kata Ferdinand.
Sebelumnya, Andi Arief menyinggung Prabowo yang pasif dan kurang serius dalam kampanye. Ia membandingkan Prabowo dengan Sandiaga yang lebih aktif melakukan kampanye.
"Pilpres itu memilih Presiden, jadi kalau Pak Prabowo tidak mau keliling Indonesia aktif, gak ada rumus ajaib untuk menang. Kalau Pak Prabowo agak malas-malasan, kan gak mungkin partai pendukungnya super aktif," kata dia melalui akun Twitter, setelah dikonfirmasi wartawan.