Senin 01 Oct 2018 08:52 WIB

Warga Memilih Mengungsi ke Gunung Saat Malam Hari

Warga di perbatasan Donggala masih merasa cemas pascgempa dan tsunami

Gempa Donggala
Foto: BMKG
Gempa Donggala

REPUBLIKA.CO.ID, PASANGKAYU -- Warga Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat masih diliputi kecemasan pascagempa yang melanda kawasan itu pada Jumat (28/9). Wilayah Kabupaten Pasangkayu berbatasan langsung dengan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Beberapa warga yang ditemui pada Senin (1/10) pagi mengaku masih trauma dan khawatir kemungkinan terjadinya gempa dan tsunami yang melanda kawasan itu. "Gempa masih sering terjadi, tetapi tidak sekeras seperti pada Jumat (28/9) pekan lalu," kata seorang warga Pasangkayu, Taufik.

Hal itu, ungkap Taufik, diperparah dengan kerapnya muncul isu akan terjadi gempa yang lebih besar dengan disertai tsunami. "Kami hanya menerima informasi dari mulut ke mulut karena pascagempa jaringan listrik putus sehingga kami tidak mendapatkan informasi dari televisi. Begitu pun jaringan telekomunikasi yang belum normal sehingga kami tidak mendapatkan informasi apa-apa," tuturnya.

Banyak masyarakat yang mengungsi ke gunung pada malam hari karena belum berani menginap di rumahnya, sedangkan pada pagi hari kembali lagi beraktivitas. "Bahkan, beberapa kali kami lari mengungsi karena ada informasi akan ada gempa dan tsunami. Jadi, kehidupan kami sangat tidak tenang," ujar Taufik.

Berdasarkan pantauan sejak Ahad (30/9) malam, puluhan orang termasuk beberapa anak dan balita terlihat menginap di salah satu SPBU di Kabupaten Pasangkayu. "Kami dari Palu dan akan menuju Makassar karena situasi di sana belum normal. Listrik masih padam, jaringan komunikasi terputus dan kami kesulitan mendapatkan makanan, jadi terpaksa kami mengungsi keluar Kota Palu," kata salah satu warga yang ditemui di SPBU Pasangkayu.

Seorang warga Pasangkayu, Anwar, mengatakan sejak Ahad (30/9) sore hingga malam kendaraan dengan nomor polisi DN atau pelat kendaraan Sulawesi Tengah melintas di daerah itu. "Mulai kemarin (30/9) sore hingga malam puluhan kendaraan dari Palu melintas ke arah Mamuju dari wilayah Sulteng. Saya sempat berbincang dengan beberapa orang yang kebetulan beristirahat dekat rumah dan mereka mengaku meninggalkan Kota Palu karena merasa stres akibat kondisi di sana belum pulih," tuturnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement