Kamis 13 Sep 2018 09:10 WIB

Misi Kampanye Bersahabat Erick Thohir

Pilpres bukan arena pertarungan, tapi menjadi wahana membangun persahabatan,

Ketua Penyelenggaran Asian Games (Inasgoc), Erick Thohir
Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Ketua Penyelenggaran Asian Games (Inasgoc), Erick Thohir

REPUBLIKA.CO.ID Oleh: Rizkiyan Adiyudha, Bayu Adji

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Erick Thohir memimpin rapat pengurus harian tim pemenangan bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Rabu (12/9). Erick mengatakan, rapat perdana ini hanya untuk berkonsolidasi dengan tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

"Ini masih saling kenalan dan konsolidasi karena ini masih perdana," tutur Erick seusai memimpin rapat di Gedung High End, kantor pusat TKN KIK, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).

Erick menambahkan, ia pada rapat perdana ini juga ingin mendapatkan keyakinan terhadap seluruh partai koalisi pengusung agar memiliki visi serta misi yang sama. Jadi, rapat perdana belum membahas tentang strategi kampanye yang akan dijalankan TKN.

Baca Juga: Merapat ke Jokowi, Upaya Yusril Menjaga Konsistensi PBB

Menurut dia, strategi kampanye masih dalam tahap pemantapan agar dapat segera dieksekusi apa saja yang akan dilakukan mulai 23 September nanti.

Erick juga menegaskan, dalam kepemimpinannya, TKN Jokowi-Ma'ruf akan diarahkan untuk menghindari kampanye yang mengibaratkan kompetisi pemilihan presiden 2019 sebagai sebuah pertarungan. Ia yakin paradigma pertarungan hanya akan menimbulkan luka. Dalam konteks pesta demokrasi 2019 nanti, rakyat yang akan menjadi korban.

"Kami konsisten bahwa ketika terjadi pertarungan itu pasti ada yang terluka dan biasanya rakyat. Nah, itu yang kami tidak mau. Makanya kami konsisten selalu berbicara dalam konsolidasi bersahabat dan bermartabat serta tidak lari ke tempat yang lain," ujar mantan ketua panitia penyelenggara Asian Games 2018 ini.

Erick bakal mengedepankan kampanye damai dalam menjalankan tugasnya. Ia juga yakin hubungan dekatnya dengan bakal cawapres Sandiaga Uno, yang menjadi pendamping bakal capres Prabowo Subianto, tetap terjaga.

Menurut dia, proses kampanye pemenangan bukanlah sebuah ajang pertarungan. "Justru di sini, kalau kita cinta Indonesia, kita harus bersahabat dan bermartabat. Kalau Pak Jokowi berpelukan dengan Pak Prabowo, ya saya juga pelukan dengan Pak Sandi di lapangan basket," kata Erick.

Momen pelukan Erick dengan Sandiaga Uno, bakal cawapres Prabowo, menjadi salah satu gambaran betapa Erick memang mengedepankan kampanye damai. Bagi Erick, pendidikan kampanye damai itu harus dibuktikan dalam perbuatan.

Erick dan Sandiaga tampak akrab dan hangat saat bertemu di acara akad nikah putra Ketua DPR RI Bambang Soesatyo di Komplek Perumahan Pejabat Tinggi Negara, di Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (8/9). Keduanya bersalaman dan berpelukan pada saat pertemuan itu.

Erick Thohir dan Sandiaga Uno adalah teman baik sejak lama, tetapi saat ini keduanya dalam posisi berseberangan, menghadapi Pemilu Presiden 2019. Erick yang hendak meninggalkan rumah dinas Ketua DPR RI berpapasan dengan Sandi yang baru tiba. meduanya lantas bersalaman, mengobrol sebentar, dan berpelukan.

Momen itu seolah menjawab harapan Erick saat menyampaikan pidato pertama sebagai Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Jumat (7/9), menyatakan ingin berpelukan dengan Sandi. "Kita ingin pendidikan politik yang positif," kata Erick.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement