Kamis 23 Aug 2018 07:04 WIB

Peneliti LSI: Sandiaga Punya Potensi Gaet Milenial

Jokowi dinilai unggul di lima kantong suara penting.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Teguh Firmansyah
Bakal Calon Wakil Presiden Republik Indonesia, Sandiaga Uno
Foto: Republika
Bakal Calon Wakil Presiden Republik Indonesia, Sandiaga Uno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukan elektabilitas pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin unggul 22,7 persen di atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Bakal calon presiden (capres) pejawat bahkan disebut telah meraih magic number dengan elektabilitas di atas 50 persen.

Peneliti LSI Adjie Alfarby mengatakan, pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul di lima kantong suara penting, di antaranya pemilih Muslim, non-Muslim, perempuan, rakyat kecil, dan milenial. Sementara pasangan penantang hanya mampu unggul di segmen kaum terpelajar.

Meski begitu, ia menilai, survei ini baru tahapan awal. Salah satu segmen penting yang sedang diperebutkan adalah kaum milenial dengan usia di bawah 40 tahun.

"Prabowo-Sandi punya kekuatan, secara sosok sandi bisa merepresentasi pemilih milenial," kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (22/8).

Menurut Adjie, Sandiaga memiliki performa lebih anak muda dan punya kemampuan masuk ke wilayah milenial. Namun, performa fisik tentu tak mampu mendulang kalangan yang saat ini mulai melek informasi. Ia mengingatkan, isu akan berpengaruh dapat mendapatkan suara milenial.

Baca juga, LSI: Prabowo-Sandi Harus Lakukan Gebrakan Besar.

Ia mengatakan, salah satu isu yang jadi perhatian milenial adalah persoalan lapangan kerja. Pasalnya, milenial di daerah jauh dari perkotaan lebih membutuhkan lapangan pekerjaan ketibang sekadar performa fisik. "Jadi seberapa meyakinkan Prabowo-Sandi membuat program yang bisa menyasar pemilih milenial, itu juga akan berpengaruh," kata dia.

Peneliti LSI Rully Akbar menambahkan, kaum milenial memiliki potensi suara yang besar dengan populasi 44,8 persen. Namun, kalangan muda dan milenial saat ini cenderung masih berpihak pada Jokowi-Ma'ruf.

Ia melanjutkan, di kalangan milenial, elektabilitas pasangan pejawat meraih 50,8 persen dukungan. Sementara Prabowo-Sandiaga hanya 31,8 persen.

Meski begitu, kekecewaan terhadap Ma'ruf masih terasa sehingga karena ulama senior itu tidak memiliki daya dorong pada elektabilitas Jokowi di kaum milenial. "Tapi ini masih jauh dari 2019, nanti akan saling subsidi silang antara Jokowi dan Ma'ruf," kata dia.

Rully mengakui, Sandiaga memiliki karisma bagi pemilih muda, perempuan, dan milenial. Hal itu tentu akan dimanfaatkan demi mengimbangi suara Jokowi-Ma'ruf di kalangan tersebut "Pasti ada ketertarikan tersendiri melihat Sandi daripada Ma'ruf amin," kata dia.

Kehadiran Sandiaga sebagai bakal cawapres Prabowo memang berpengaruh dalam elektabilitas pasangan itu. Survei LSI menunjukan Sandiaga menambah dukungan segmen perempuan sebesar 6,8 persen (menjadi 30 persen), pemilih pemula 5,3 persen (39,5 persen), dan kaum terpelajar 8,1 persen (44,5 persen).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement