Kamis 02 Aug 2018 13:09 WIB

Bencana Kekeringan di Cilacap Meluas

Kekeringan telah melanda hingga 15 desa di Cilacap.

Red: Nur Aini
Salah satu kawasan yang dilanda kekeringan (ilustrasi).
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang/ca
Salah satu kawasan yang dilanda kekeringan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP --  Bencana kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, meluas. Bencana itu berdampak pada lebih dari 12 ribu jiwa.

"Berdasarkan laporan yang kami terima hingga tanggal 31 Juli, bencana kekeringan dan krisis air bersih telah melanda 15 desa di delapan kecamatan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap Tri Komara Sidhy, Kamis (2/8).

Ia mengatakan jumlah warga yang terdampak bencana kekeringan dan krisis air bersih di 15 desa itu mencapai 12.419 jiwa atau 3.268 keluarga. Oleh karena itu, kata dia, BPBD Cilacap terus menyalurkan bantuan air bersih untuk warga di desa-desa yang terdampak bencana kekeringan dan krisis air bersih.

Menurut dia, bantuan air bersih tersebut merupakan kerja sama antara BPBD Cilacap, Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Wijaya, Palang Merah Indonesia Cabang Cilacap, Kepolisian Resor Cilacap, dan program pertanggungjawaban sosial perusahaan (corporate social responsibilty/CSR) dari sejumlah perusahaan di Kabupaten Cilacap. "Hingga tanggal 31 Juli, kami telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 68 tangki," ujarnya.

Dia mengatakan bantuan air bersih itu disalurkan untuk warga Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, sebanyak 11 tangki. Sementara di Kecamatan Kawunganten, bantuan air bersih disalurkan untuk warga Desa Bringkeng sebanyak 10 tangki, Ujungmanik lima tangki,

Bojong delapan tangki, Grugu tujuh tangki, Sidaurip empat tangki, Kubangkangkung dua tangki, dan Babakan dua tangki. Penyaluran bantuan air bersih di Kecamatan Patimuan ditujukan untuk warga Desa Patimuan sebanyak empat tangki dan Sidamukti satu tangki.

Selanjutnya penyaluran air bersih di Kecamatan Kampunglaut untuk warga Desa Panikel sebanyak dua tangki, di Kecamatan Gandrungmangu untuk warga Desa Sidaurip sebanyak satu tangki dan di Kecamatan Adipala untuk warga Desa Karangbenda sebanyak lima tangki. Selain itu, penyaluran bantuan air bersih di Kecamatan Karangpucung ditujukan untuk warga Desa Karangpucung sebanyak dua tangki dan di Kecamatan Jeruklegi untuk warga Desa Brebeg sebanyak empat tangki.

"Bagi warga yang membutuhkan bantuan air bersih, kami persilakan pemerintah desa setempat untuk mengajukan surat permohonan yang akan dijadikan dasar bagi kami untuk menyalurkan bantuan tersebut," kata Tri Komara.

Sebelumnya, dia mengatakan tidak semua desa yang telah mendapat bantuan air bersih itu mengalami kekeringan karena beberapa di antaranya krisis air bersih akibat intrusi air laut seperti di Desa Ujungmanik dan Panikel. "Ada yang terintrusi air laut sehingga air menjadi payau, berwarna hitam, dan berbau sehingga tidak layak konsumsi," katanya. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Cilacap telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan krisis air bersih pada tanggal 15 Mei hingga 15 Agustus.

Baca: Pengungsi Gempa di Lombok Utara Butuh Bantuan Mendesak

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement