Selasa 03 Jul 2018 22:05 WIB

Pembangunan Kereta Cepat Diminta Perhatikan Resapan Air

Pembebasan lahan kereta cepat Jakarta-Bandung masih terus berlangsung.

[Ilustrasi] Pembangunan terowongan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Foto: Antara/M Agung Rajasa
[Ilustrasi] Pembangunan terowongan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, meminta proyek pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung memperhatikan daya resapan air. Kereta api cepat tersebut di antaranya bakal melintasi wilayah Karawang.

"Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung itu melintasi daerah kawasan hutan di Karawang," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat Eka Sanatha, di Karawang, Selasa (3/7). 

Ia mengatakan, kawasan hutan di wilayah Karawang yang akan dilintasi jalur kereta api cepat tersebut merupakan daerah resapan air. Karena itu, Bappeda menyampaikan agar PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) memperhatikan daya resapan air.

Menurut dia, pengendalian ruang sepanjang trase dan pengembangan stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung harus memperhatikan resapan air. Ini untuk melindungi warga Karawang dari bencana banjir.

Sementara itu, untuk update terbaru pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung, itu ada penjadwalan kembali pembangunan dari rencana 2019 menjadi 2021. "Informasinya menjadi 2021 dari sebelumnya 2019. Mengenai alasannya, belum diketahui," kata dia.

Sementara itu, pembebasan lahan kereta cepat Jakarta-Bandung masih terus berlangsung, dilakukan PT KCIC. "Sejauh ini tidak ada masalah dalam proses pembebasan lahan itu," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement