Rabu 27 Jun 2018 16:58 WIB

Gus Ipul-Puti Kalah di Jatim, PDIP Pilih Tunggu Hasil KPU

Meski kalah, PDIP telah konsisten menjalankan rekoemendasi kiai dan ulama Jatim.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP,  Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Rabu (27/6).
Foto: Republika/Fauziah Mursid
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP,  Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Rabu (27/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memilih menunggu hasil penghitungan KPU untuk Pilkada Jawa Timur (Jatim) 2018. Ini setelah hasil hitung cepat atau quick count Pilkada Jawa Timur menempatkan perolehan suara pasangan calon yang didukung PDIP-PKB, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, di bawah Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

"Quick count ada indikasi menang, ada indikasi kalah, itu biasa dalam demokrasi, tetapi rekapitulasi tetap itu berdasarkan dari KPU. Itu yang kita lakukan," ujar Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP,  Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Rabu (27/6).

Hasto juga mengatakan, berdasarkan hasil hitung cepat sementara beberapa lembaga survei, perolehan suara kedua pasangan calon memiliki selisih yang tipis. "Saat ini ada quick count yang mengatakan perbedaan antara enam sampai dua persen, bahkan juga ada yang mengatakan satu persen, sehingga kita tunggu hasil dari Jawa Timur," ujar Hasto.

photo
Cagub Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (kiri) dan Cawagub Puti Guntur Soekarno. (Antara/Fikri Yusuf)

Meskipun dari hasil hitung cepat Gus Ipul-Puti kalah, bagi PDIP yang terpenting proses pengusungan pasangan calon tersebut. PDIP, Hasto mengatakan, telah konsisten menjalankan rekomendasi para kiai dan ulama Jawa Timur.

"Yang penting Jawa Timur itu berproses melalui rekomendasi para kiai saat itu, dan kami konsisten dalam melaksanakan rekomendasi para kiai dari tokoh-tokoh keluarga besar Nahdliyin saat itu berkirim surat pada Ibu Megawati Soekarnoputri," ujar Hasto.

photo
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa menunjukkan surat suara ketika akan menggunakan hak suara di TPS 16 Jemur Wonosari, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (27/6). (Antara)

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak memenangkan kontestasi Pilkada Jatim 2018. Hal itu berdasarkan hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

"Perbedaan persentase perolehan suara antara Khofifah-Emil dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno hanya enam persen maka dipastikan Khofifah-Emil menjadi gubernur dan wakil gubernur Jatim berdasarkan hitung cepat LSI Denny JA," kata peneliti LSI Denny JA, Mohammad Khotib, di Jakarta, Rabu (27/6).

Berdasarkan persentase data sementara yang masuk pada Rabu, pukul 16.05 WIB, Khofifah-Emil memperoleh 54,14 persen suara atau unggul dari lawannya, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno. Saifullah Yusuf-Puti memperoleh 45,86 persen suara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement