Rabu 16 May 2018 17:14 WIB

Penyerang Mapolda Riau Berbaiat ke ISIS

Polisi telah melakukan identifikasi awal untuk empat terduga teroris.

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Muhammad Hafil
Petugas kepolisian memeriksa mobil minibus yang digunakan pelaku teror untuk menyerang Polda Riau, di Pekanbaru, Riau, Rabu (16/5).
Foto: Antara/Rony Muharrman
Petugas kepolisian memeriksa mobil minibus yang digunakan pelaku teror untuk menyerang Polda Riau, di Pekanbaru, Riau, Rabu (16/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para penyerang Mapolda Riau pada Rabu (16/5) pagi diketahui berbaiat ke ISIS. Berdasarkan identifikasi awal Polri, mereka termasuk dalam kelompok NII (Negara Islam Indonesia) yang berpegang pada Abu Bakar al-Baghdadi, pimpinan ISIS.

"Sama-sama baiatnya ke ISIS. Kelompok di sana menamakan kayak gitu (NII)," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (16/5).

Dalam penyerangan yang dilakukan oleh lima orang tersebut, empat di antaranya ditembak mati petugas. Polisi telah melakukan identifikasi awal untuk empat terduga teroris yang tewas tersebut.

Pertama bernama Mursalim alias Ical alias Pak Ngah (42 tahun), tidak bekerja, alamat Jalan Raya Dumai-Sei Pakning Jalan Santri Assakinah, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Dumai.

Kedua, Suwardi (28 tahun), Islam, suku Melayu Kampar (Kuala Kampar Kab Kampar ), alamat Jalan Raya Lubuk Gaung RT 3, Keluahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sei Sembilan, Kota Dumai.

Ketiga, Adi Sufiyan (26 tahun), wiraswasta taoge, beralamat di Jalan Pendowo Gang Mekar RT 6, Kelurahan Bukit Batrem I, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.

Keempat, hanya diketahui bernama Daud. "Belum teridentifikasi sampai saat ini info yang saya terima," kata Setyo. Begitu pula untuk pengemudi Avanza yang menewaskan personel polisi, Setyo juga belum mendalami identitasnya.

"Keterangan kelompok ini Negara Islam Indonesia (NII) yang afiliasi dengan ISIS Dumai. Satu yang ditangkap belum diketahui, masih pendalaman," kata Setyo.

Baca: Mengharukan, Pesan Terakhir Ipda Auzar untuk Wakapolri

Pada Rabu (16/5), sekitar pukul 9.00 WIB mobil mencoba menerobos ke Mapolda Riau. Namun, mobil tersebut dihalangi personel kepolisian. Empat orang keluar dari mobil tersebut dan menyerang dengan samurai atau sajam yang mengakibatkan dua anggota luka. Kemudian, sekelompok orang tidak dikenal tersebut dilumpuhkan dengan tembakan, empat tewas, sedangkan satu lainnya kabur dengan mobil.

Satu pelaku yang kabur sempat menabrak seorang personel kepolisian, yakni Ipda Auzar. Auzar pun tewas setelah dilarikan ke RS Bhayangkara. Pelaku pengguna mobil tersebut kini sudah dibekuk oleh pihak kepolisian.

Arif Satrio Nugroho

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement