Rabu 11 Apr 2018 06:58 WIB

Susi, Somad, Sandi, dan Basuki Berpantun Jenaka tanpa SARA

Keempat tokoh ini berpantun jenaka atas kerja keras dan harapan persatuan bangsa.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Andi Nur Aminah
Malam penganugerahan Tokoh Perubahan Republika di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (10/4).
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Malam penganugerahan Tokoh Perubahan Republika di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (10/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Malam penganugerahan Tokoh Perubahan 2017 Republika pada Selasa (10/4) malam dipenuhi suasana riuh dan jenaka. Hal ini tidak lepas dari gelak tawa dan tepukan para hadirin tamu undangan menonton para tokoh berpantun jenaka tanpa menyinggung SARA.

Mulai dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti, Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno, pendakwah Ustaz Abdul Somad, hingga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Keempat tokoh ini berpantun jenaka atas kerja keras dan harapan persatuan bangsa ke depan.

Sebagaimana diketahui, dua tokoh Ustaz Abdul Somad dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Selasa malam merupakan dua dari lima penerima penghargaan Tokoh Perubahan 2017 Republika. Namun, Menteri Kelautan Susi dan Wagub DKI Sandiaga hadir sebagai tamu undangan istimewa bersama Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Menteri Agraria dan Kepala BPN Sofyan Djalil.

photo
Menteri kelautan Susi Pudjiastuti berpantun saat Acara penganugerahan Tokoh Perubahan Republika di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (10/4).

Pembacaan pantun diawali oleh Menteri Susi selepas pemberian dua penghargaan Tokoh Perubahan kepada pemilik Batik Trusmi, Sally Giovanny, dan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Suprajarto. Susi memulai pantun dengan mengambil isu tentang ikan dan ikon kata tenggelamkan.

Bunyi pantun Susi sebagai berikut:

Angin mengetuk jendela dan pagar

Di luar rumah hujan bersautan

Kalau ingin sehat cerdas dan pintar

Ayo kita semua gemar makan ikan

Kalau tidak saya tenggelamkan

Beli beras di kota Karawang

Ke Pangandaran membeli ikan

Bangsa Indonesia setegar karang

Asal semua jaga persatuan.

 

Setelah Menteri Susi selesai membaca bait pantunnya dan turun dari panggung, giliran Sandiaga naik ke panggung Tokoh Perubahan 2017 Republika, untuk berpantun. Tak mau kalah dengan Menteri Susi, Sandiaga mengajak tamu undangan menjawab pantun ala lenong Betawi, menyisipkan kata cakep di antara bait pantun.

Buah nangka buah semangka

Dimakan tinggal kulitnya

Meski dalam suka dan duka

Persatuan tetap kita jaga

Sia-sia tenggelam berduka

Duduk di pintu jangan dipaksa

Penduduknya ribuan suku dan bangsa

Indonesia harus Bhinneka Tunggal Ika.

photo
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berpantun saat Acara penganugerahan Tokoh Perubahan Republika di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (10/4).

Tak mau kalah dengan Menteri Susi dan Wakil Gubernur DKI, Ustaz Abdul Somad secara spontan melempar pantun saat kesempatan naik di atas panggung. Pantun permulaan dilemparkan ke Ketua MPR Zulkifli Hasan, soal pendaftaran capres-cawapres yang dimulai bulan Agustus.

Kalau tuan memakan ikan

Jangan dimakan dengan asparagus

Melihat Pak Zulkifli Hasan

Jadi ingat nanti bulan Agustus

Kemudian, Ustaz Somad lantas mengakhiri pidato singkatnya dengan membaca pantun. Dia tak mau kalah, ikut mengangkat ikon Menteri Susi soal penenggelaman kapal.

Kalau makan ikan Gulama

Jangan dimakan di dalam pinggan

Sebenarnya saya bisa berlama-lama

Tapi saya takut ditenggelamkan

Mendengar pantun penutup Ustaz Somad itu, Menteri Susi terlihat tertawa terpingkal-pingkal di tempat kursinya.

photo
Ustaz Abdul Somad menerima penghargaan saat Acara penganugerahan Tokoh Perubahan Republika di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (10/4).

Setelah Ustaz Somad, giliran Menteri PUPR Basuki Hadimuljono naik ke atas panggung dan menyampaikan pantunnya.

Kemen PUPR di Jalan Pattimura

Terjalin mesra dengan media di Jakarta Selatan

Republika bawa nafas Islam tak biasa

Media penyejuk hati dan persatuan

Hadir di sini harusnya saya berpeci

Berbagi batik biar tampak serasi

Terima kasih atas segala apresiasi

Penghargaan ini jadi panduan inspirasi.

Penghargaan Tokoh Perubahan Republika menjadi acara tahunan yang digelar sejak 2005 lalu. Acara Tokoh Perubahan Republika yang menjadi puncak Milad Republika ke-25 kali ini mengusung tema "Memperkuat Simpul Pemersatu Bangsa".

Adapun mereka yang terpilih menjadi Tokoh Perubahan Republika 2017 adalah Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Suprajarto; pendakwah Ustaz Abdul Somad; Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono; Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia sekaligus Wakapolri, Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin; dan pemilik usaha Batik Trusmi Cirebon, Sally Giovanny.

photo
MenPUPR Basuki Hadimuljono memberikan sambutan disaksikan Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi dan Komisaris Utama Republika Erick Thohir saat acara penganugrahan Tokoh Perubahan Republika 2017 di Jakarta, Selasa (10/4).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement