Ahad 25 Mar 2018 11:12 WIB

Politik Sopan Baju Joko Widodo

Jokowi mengenakan kaos berwarna kuning ketika berolahraga dengan Airlangga Hartarto.

Jokowi saat bertemu Airlangga Hartarto.
Foto: Istana
Jokowi saat bertemu Airlangga Hartarto.

Oleh Debbie Sutrisno

Wartawan Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Akhir pekan kemarin masyarakat dibuat bertanya-tanya dengan gelagat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengenakan baju olahraga berwarna kuning cerah. Baju ini sepertinya baru pertama kali dipakai beliau ketika ingin berolahraga. Karena umumnya Jokowi berolahraga pagi menggunakan jaket berwarna merah.

Pertanyaan semakin kencang karena rekan Jokowi dalam berolahraga di Istana Kepresidenan Bogor bukan sang anak, Kaesang, atau pasukan pengamanan presiden, yang selalu ada di sampingnya kemanapun presiden berada. Jokowi justru mengajak Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, yang notabene adalah ketua umu Partai Golkar.

Baju kuning, Jokowi, dan Airlangga yang menemani jelas menjadi hal yang bisa disebut tak wajar. Sebab tak biasanya Jokowi mengajak seorang menteri atau ketua umum partai politik menikmati udara pagi sembari berolahraga di Istana Kepresidenan. 

Mungkin dalam beberapa tahun belakangan ini baru Airlangga yang merupakan seorang menteri dan ketua partai politik yang menjadi teman Jokowi berolahraga di Istana Kepresidenan. Para pewarta yang dipersilakan meliput kegiatan Jokowi dan Airlangga pun tak ingin melewati momen dan mempertanyakan ihwal pakaian yang digunakan Jokowi. 

Ketika ditanya alasan memakai kaus kuning, Jokowi mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk menghormati tamunya yang politikus Golkar itu. "Ya Pak Airlangga kan Ketua Umum Partai Golkar," kata Jokowi.

Jika ditarik ke belakang, gaya berpakaian Jokowi kerap dikaitkan dengan cara berpolitik yang dia lakukan. Ketika menghadiri rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat, awal bulan ini, Jokowi datang dengan baju kebesarannya, yakni jas biru, kemeja putih, dan dasi merah. 

Dalam sambutannya dia menyebut bahwa kerap bingung ketika menghadiri acara partai Demokrat, karena etika partai ini selalu memakai pakaian rapi. "Saya ingat saat hadir di Kongres Partai Demokrat ke-4 di Surabaya 2015, saya sampaikan kalau diundang ke Partai Demokrat, saya siap-siapnya setengah hari, terutama yang berkaitan dengan pakaian," ujar Jokowi.

Pengamat Politik Indikator Dodi Ambardi mengatakan, penggunaan pakaian Jokowi ketika bertemu dan melakukan sejumlah kegiatan sebenarnya adalah hal biasa. Etika Jokowi mengenakan kaos polos kuning yang warnanya identik dengan partai Golkar mempelihatkan kesopanan Jokowi saat menerima atau menghadiri undangan para tamu.

"Kita tahu pas di Munas Golkar Jokowi memakai batik dengan motif warna kuning. Rapimnas Demokrat dia pakai jas biru dongker. Saya kira pilihan warna itu bagian dari sopan santun, dan tak selalu memiliki arti politik secara spesifik," ujar Dodi kepada Republika, Ahad (25/3).

Dodi menuturkan, memakai pakaian yang sopan dan identik dengan acara juga sempat dilakukan Jokowi ketika menghadiri Musyawarah Nasional VIII Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Kala itu, Jokowi hadir dengan mengenakan jaket hijau HKTI.

Namun, Jokowi pun sempat menggegerkan publik dengan pakaian yang dianggap kurang sopan. Kala itu dia memaki kaos polos merah tua di mana acara yang dihadiri adalah peresmian kereta bandara. 

Pada acara yang terbilang resmi ini, Jokowi justru terlihat santai. Namun, masyarakat tidak terlalu peka dengan pakaian tersebut karena hal yang mencengangkan yang lebih menjadi pertanyaan adalah sosok Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, yang ikut medampingi Jokowi.

Gaya berpakaian Jokowi yang semakin santai dalam sejumlah kegiatan ini bisa jadi juga mencerminkan langkah politiknya. Patut  ditunggu langkah politik apa lagi yang akan dilakukan Jokowi pada tahun politik ini. 

Apakah dia akan kembali mengajak sejumlah ketua partai politik olahraga di Istana Kepresidenan, atau justru Jokowi mengajak para koleganya menjalankan aktivitas lain di luar Istana? "Karena lobi-lobi politik tidak selalu harus di meja kerja, bisa meja makan, atau sambil main golf. Bisa pada jam kerja atau di luar jam kerja. Itu hal biasa," ujar Dodi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement