Rabu 14 Mar 2018 13:03 WIB

Tol Bali Tutup 32 Jam Selama Nyepi

Penutupan akan dimulai serentak di tiga gerbang tol.

Pemandangan jalan tol Benoa-Bandara Ngurah Rai-Nusa Dua difoto dari udara di Perairan Teluk Benoa, Nusa Dua, Bali. (Antara/Satya Bati)
Foto: Antara/Satya Bati
Pemandangan jalan tol Benoa-Bandara Ngurah Rai-Nusa Dua difoto dari udara di Perairan Teluk Benoa, Nusa Dua, Bali. (Antara/Satya Bati)

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Tol Bali Mandara akan tutup sementara selama 32 jam mulai Jumat (16/3) pukul 23.00 Wita hingga Ahad (18/3) pukul 07.00 Wita karena serangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1940.

"Ini untuk menghormati perayaan hari besar keagamaan umat Hindu dan kami menghormati kearifan lokal," kata Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol Akhmad Tito Karim di Denpasar, Rabu (14/3).

Menurut Tito, penutupan akan dimulai serentak di tiga gerbang tol, yakni di Benoa, Ngurah Rai dan Nusa Dua, termasuk menonaktifkan sistem di masing-masing gardu tol pertama di Indonesia yang dibangun di atas perairan itu. Saat ini tol itu memiliki 21 gardu yang sudah beroperasi, yakni sembilan unit untuk motor dan 12 untuk mobil.

Meski ditutup total, namun untuk kondisi darurat akan mendapat toleransi asal berkoordinasi dengan petugas setempat yang disiagakan saat Nyepi.  Selain itu untuk mendukung kelancaran prosesi Melasti atau penyucian benda sakral yang dilaksanakan umat Hindu menjelang Nyepi di sekitar kawasan Teluk Benoa, ia mengerahkan tim patroli tol untuk membantu pengaturan lalu lintas dari perempatan Pesanggaran menuju arah Pelabuhan Benoa.

Pengelola telah berkoordinasi dengan kepolisian dan pecalang atau petugas keamanan adat untuk membuat jalur kontra sementara jalan akses Pelabuhan Benoa pada Rabu (14/3) pukul 06.00 hingga 14.00 Wita. Dengan contra flow lalu lintas itu, akses dari depo Pertamina ke arah pelabuhan hingga lokasi melasti akan digunakan khusus bagi umat Hindu yang akan melakukan prosesi upacara keagamaan itu.

Sedangkan jalur sebaliknya, dari pelabuhan menuju Pesanggaran difungsikan dua arah. Untuk mendukung kelancaran lalu lintas di tol tersebut, pengelola menyiapkan layanan penjualan dan isi ulang uang elektronik langsung di tempat atau drive thru.

Saat ini layanan tersebut sudah bisa dinikmati masyarakat yang dimulai dari gerbang tol di Benoa tepatnya di bawah simpang susun di Jalan Pelabuhan. "Sementara baru satu yang akan kami luncurkan dalam waktu dekat. Ke depan akan dikembangkan di tiga tempat sebelum masuk tol, " katanya.

Adanya layanan drive thru pembelian uang elektronik untuk transaksi di tol tersebut perlahan akan mengurangi penjualan uang elektronik di pintu gerbang tol. Penjualan uang elektronik di pintu gerbang tol dinilai kurang efektif karena dapat memakan waktu lebih lama sekitar tiga hingga empat menit sehingga berpotensi menimbulkan antrean panjang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement