REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Takdir alam sepertinya sudah memanggil. Setelah hampir 21 tahun lebih, kini waktunya Arsene Wenger mungkin harus bersiap pergi meninggalkan Arsenal.
Tanda-tandanya sebenarnya sudah terbaca pada akhir musim 2016/2017 lalu. Untuk pertama kali dalam 21 tahun, Arsenal terpental dari posisi empat besar Liga Primer Inggris. Kondisi tersebut sama persis dengan situasi ketika Wenger 21 tahun lalu mengambil alih kepelatihan Arsenal dari tangan Bruce Rioch. Wenger saat itu menggantikan Rioch yang hanya mampu membawa Arsenal melewati kompetisi Liga Inggris musim 1995/1996 dengan menempati posisi kelima lewat torehan 63 poin.
Torehan poinnya memang tidak sama. The Gunners musim lalu menempati posisi kelima dengan 75 poin. Tapi, Arsenal musim lalu bersama Wenger dengan Arsenal 21 tahun lalu bersama Rioch sama-sama menelan sembilan kekalahan dari 38 laga Liga Primer.
Kondisi Wenger musim lalu sama seperti kondisi Rioch 21 tahun lalu yang hanya mampu membawa Arsenal finis di posisi kelima klasemen. Bedanya, Wenger tidak langsung dipecat karena musim lalu masih bisa mempersembahkan trofi Piala FA.
Tanda lainnya terjadi di pentas Eropa. Untuk pertama kali dalam 18 tahun, skuat Arsene Wenger musim ini tidak tampil di pentas Liga Champions. Kegagalan tersebut menjadi semacam ‘gong’ dari serentetan hasil buruk Arsenal yang selalu tersingkir di babak 16 besar sejak Liga Champions musim 2010/2011.
Hasil tersebut semakin menegaskan kegagalan Wenger membawa Arsenal berprestasi di kancah Eropa. Prestasi terbaiknya ketika membawa Arsenal menghadapi Barcelona di final Liga Champions 2006. Wenger juga pernah membawa Arsenal menantang Galatasaray di final Piala UEFA 2000. Tapi sayang, skuat Arsene Wenger menelan kekalahan di dua laga partai final tersebut.
Di ajang Piala FA, Wenger memang terbilang sukses. Pelatih asal Prancis itu berhasil mempersembahkan 7 kali juara Piala FA, termasuk juara musim lalu. Tapi, Wenger gagal mempertahankan gelar juara setelah musim ini timnya tersingkir di putaran ketiga Piala FA.
Dan, lagi-lagi itu merupakan tanda-tanda alam. Kegagalan Wenger di Piala FA musim ini sama persis dengan kagagalan Rioch di Piala FA sekitar 21 tahun lalu. Keduanya sama-sama tersingkir di putaran ketiga.
Arsenal di bawah kepelatihan Rioch 21 tahun lalu tersingkir dari putaran ketiga Piala FA usai menelan kekalahan 0-1 dari Sheffield United pada 17 Januari 1996. Sementara, Arsenal musim ini bersama Wenger tersingkir dari putaran ketiga Piala FA usai menderita kekalahan 2-4 dari Nottingham Forest pada 7 Januari 2018. Tanggalnya mirip-mirip dikit 17 Januari dan 7 Januari.
Kegagalan di Piala Liga Inggris menjadi tanda lainnya bahwa memang waktunya Wenger harus pergi meninggalkan Arsenal. Wenger dan Rioch sama-sama tersingkir ketika Arsenal hanya sejengkal lagi meraih trofi Piala Liga Inggris. Arsenal di bawah Rioch tersingkir di semifinal Piala FA usai menelan kekalahan dari Aston Villa, sementara Arsenal di bawah Wenger musim ini takluk di final Piala FA usai menerima kekalahan telak dari Manchester City.
Seperti trofi Liga Champions, trofi Piala Liga Inggris merupakan trofi yang belum berhasil dipersembahkan Wenger dalam 21 tahun terakhir menangani Arsenal. Skuat Arsene Wenger tiga kali melenggang ke partai final Piala Liga Inggris. Termasuk partai final yang berakhir tragis saat menjamu City sepekan lalu.
Sinyal alam semakin kuat ketika melihat dua kekalahan telak 0-3 secara beruntun yang diterima Arsenal dari menjamu Manchester City dalam sepekan terakhir ini. Usai kalah 0-3 dari menjamu Manchester City di final Piala Liga Inggris pada 25 Februari, Arsenal kembali menelan kekalahan dengan skor serupa dan tim lawan serupa di laga Liga Primer Inggris pada 2 Maret lalu.
Meski berstatus bigmatch, kursi penonton di Stadion Emirates terlihat banyak kosong saat Arsenal menjamu Manchester City pada 2 Maret lalu. Suara ejekan fan Arsenal malam itu akhirnya tak terbendung setelah Arsenal menyudahi laga dengan kekalahan telak 0-3 setelah sebelumnya juga menderita kekalahan 0-3 dari Manchester City di final Piala Liga Inggris.
"Ada teriakan-teriakan jelang akhir laga. Teriakan itu lebih buruk dibanding ketika musim lalu mereka melakukan hal serupa,’’ ujar legenda Liverpool, Jamie Carragher, dikutip dari Sky Sports pada Jumat (2/3).
‘’Ini sungguh menyedihkan karena kini para fan Arsenal seperti sangat menantikan Wenger dipecat," kata Carragher. ‘’Saya selalu melihat Wenger sebagai legenda bersama Sir Alex (Ferguson). Namun, sekarang kondisinya menyedihkan karena fan Arsenal sendiri tidak menghormatinya.’’
Tanda lainnya bahwa Wenger mungkin harus pergi yakni masalah kondisi zaman. Kini memang mungkin bukan zamannya Wenger lagi.
Ian Wright menyebut kejeniusan Wenger dalam meracik skuat sudah tidak lagi cocok dengan iklim sepak bola zaman now. The Gunners perlu mencari pelatih yang bukan berasal dari generasi tua. "Arsenal membutuhkan seseorang pelatih muda untuk memimpin para pemain,’’ kata Wright.
Wenger pada Oktober nanti akan berulang tahun ke-69 tahun. Usianya hanya terpaut dua tahun dari Rioch yang kini berusia 70 tahun. Dan, Ian Wright merupakan legenda Arsenal yang dulu pernah sama-sama dilatih Rioch dan Wenger serta sama-sama menjadi topskorer Arsenal musim itu.
Wenger mungkin sudah waktunya harus berpisah dengan Arsenal. Jika memang harus demikian, Stuart Pearce mengatakan Wenger layak pergi dengan cara terhormat.
"Wenger sudah memberikan banyak trofi dan pemain-pemain hebat. Sudah selayaknya dia lebih dihormati," kata mantan pelatih Timnas Inggris ini dikutip dari Sky Sports.
Pearce menyarankan Wenger tidak boleh pergi karena dipecat. Fan Arsenal diharap bersabar menanti setahun lagi ketika masa kontrak Wenger habis pada akhir musim depan.
Jikapun harus pergi musim ini, penggawa Arsenal harus bisa memberikan hadiah perpisahan untuk Sang Profesor. Arsenal masih berpeluang meraih juara Liga Europa. Jika berhasil mendapatkannya, trofi itu menjadi trofi pertama sekaligus terakhir sebagai pembuktian Wenger akhirnya mampu menaklukan Eropa.
Arsenal juga masih berpeluang mengakhiri musim dengan menempati posisi empat besar. Jika berhasil finis di empat besar, itu pun menjadi hadiah terbaik bagi Wenger karena keberhasilannya mengembalikan Arsenal ke kancah Liga Champions.
"Arsenal harus menunjukkan kelasnya dengan memberikan Wenger pintu keluar yang terhormat," ujar Pearce.
Trofi Liga Europa dan posisi empat besar Liga Primer Inggris bisa menjadi kado perpisahan terindah jika memang Wenger harus pergi musim ini. Dua hadiah yang mesti diperjuangkan penggawa Arsenal di sisa musim ini. Dua hadiah perpisahan yang tentunya indah bagi Sang Profesor Arsene Wenger.