Senin 15 Jan 2018 13:09 WIB

Sandi: Jangan Berspekulasi Soal Becak

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Endro Yuwanto
Seorang warga negara asing mengendarai becak melintasi Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. (ilustrasi)
Foto: Republika/Rakhmawaty Lalang
Seorang warga negara asing mengendarai becak melintasi Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, rencana menghidupkan kembali becak sebagai moda transportasi dilakukan hanya untuk kawasan pariwisata. Namun, Sandi meminta siapapun tidak berspekulasi lantaran semua itu masih dalam tahap perencanaan.

"Nanti saya coba klarifikasi (pemberlakuan becak) untuk jalur buat pariwisata, kita lihat dulu. Jangan terlalu berspekulasi dulu," kata Sandi di Balai Kota, Senin (15/1).

Sandi mengatakan, konsep pemberlakuan kembali becak bukan digunakan untuk transportasi umum tetapi sebagai bagian dari pariwisata. Keberadaan becak akan terintegrasi dengan penataan pada aspek lain. Sehingga, penggunaan becak hanya akan ada di sekeliling tempat pariwisata tersebut.

Menurut Sandi, keberadaan becak di lokasi pariwisata itu seperti angkutan lingkungan. Di sisi lain, lanjut dia, mengembalikan becak untuk transportasi di tempat wisata juga memastikan lapangan pekerjaan. Nantinya, becak akan diintegrasikan dengan beberapa destinasi wisata.

"Itu yang jadi pemikiran kami. Tapi lengkapnya nanti, jangan terlalu berspekulasi. Kami pastikan dulu supaya tidak menimbulkan pesan yang di masyarakat nanti menimbulkan kebingungan," ujar Sandi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengatakan, Pemprov DKI berencana mengembalikan moda transportasi becak di ibu kota untuk kembali beroperasi di rute yang ditentukan. Hal itu disampaikan Anies saat peresmian persiapan program community action planning (CAP) di 16 kampung di Jakarta, Ahad (14/1).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement