Senin 15 Jan 2018 03:40 WIB

Pemotor Tanpa Masker Picu Peningkatan ISPA

Rep: Nora Azizah/ Red: Yudha Manggala P Putra
Pengguna kendaraan bermotor menggunakan masker guna mengantisipasi polusi yang terhirup di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (12/6).
Foto: Raisan Al Farisi
Pengguna kendaraan bermotor menggunakan masker guna mengantisipasi polusi yang terhirup di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (12/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA.- Indonesia Traffic Watch (ITW) memrediksi, beberapa tahun ke depan jumlah penyakit Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA) akan mengalami peningkatan. Salah satu faktor pemicu meningkatnya jumlah penderita ISPA, yakni para pengendara sepeda motor yang berkendara tanpa menggunakan masker sebagai pelindung.

Peningkatan penyakit ISPA tersebut diprediksi akan meningkat di kota besar, salah satunya Jakarta dan sekitarnya. Ketua Presidium ITW Edison Siahaan mengatakan, pengendara sepeda motor di jalan raya besar tanpa menggunakan masker akan mengalami risiko terkena ISPA lebih rentan daripada sebaliknya.

"Hal tersebut juga didukung dengan meningginya angka pengendara sepeda motor setiap tahunnya," kata Edison. Namun ketika para pengendara dimintai keterangan, mereka menjawab aktivitas berkendara demi menunjang pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Edison menjelaskan, para pengendara tidak mempertimbangkan risiko kesehatan yang rentan dengan penyakit ISPA hingga bronkhitis atau TBC. Padahal jenis penyakit tersebut tergolong serius dan mengkhawatirkan.

Pengendara sepeda motor di jalan raya berpotensi sangat besar menghirup udara yang sudah tercemar polusi. Terpaparnya alat pernapasan dengan udara kotor tersebut yang menyebabkan penyakit ISPA dan berbagai penyakit lain.

"Angin yang mengenai dada dan polusi udara yang terhirup saat mengendarai motor menjadi pemicu utama seseorang terjangkit ISPA," lanjut Edison. ITW menyarankan para pengendara sepeda motor untuk menggunakan pelindung, seperti jaket dan masker saat berkendara.

Edison juga secara tegas mengingatkan, bila kondisi tersebut terus dibiarkan maka akan menjadi ancaman serius bagi masyarakat. ITW juga mendorong pemerintah untuk melakukan sosialisasi secara besar terkait hal tersebut.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement