Jumat 29 Dec 2017 12:57 WIB

Tahun Depan Kemenaker akan Fokus pada Peningkatan SDM

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Gita Amanda
Bursa tenaga kerja.  (ilustrasi)
Foto: Republika/Prayogi
Bursa tenaga kerja. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mismatch antara lulusan tenaga kerja dan kebutuhan industri dinilai masih tinggi. Untuk itu, industri, pendidikan dan pemerintah harus terus bersinergi dan berinovasi agar bisa menekan ketidaksepadanan tersebut.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Hery Sudarmanto, mengatakan di tahun 2018, pihaknya akan fokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) agar lebih kompeten. Dengan begitu, diharapkan lulusan tenaga kerja Indonesia bisa terserap oleh industri secara optimal.

 

"Kami akan fokus pada peningkatan SDM, ya. Tentunya, seperti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) dan latihan vokasi akan lebih ditingkatkan tahun depan," kata Hery di kantor Kemenaker, Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (29/12).

 

Selain itu, dia menargetkan, pada tahun 2018 mendatang pihaknya bisa menghasilkan kompetensi tenaga kerja yang unggul. Tentunya yang terdiri dari aspek kompetensi spiritual, sosial, dan kompetensi teknis.

 

Kompetensi spritual artinya setiap lulusan tenaga kerja harus dilandasi oleh nilai-nilai agama dan budaya. Penguatan tersebut, Hery meyakini, bisa meningkatkan etos kerja, disiplin kerja, kejujuran, loyalitas, dedikasi dan tanggung jawab.

 

Lalu, terkait kompetensi sosial, Kemenaker akan terus berupaya menghasilkan lulusan tenaga kerja yang pandai berkomunikasi, berkoordinasi dan bekerja sama. Terakhir, kompetensi teknis agar lulusan tenaga kerja bisa lebih sesuai dengan bidang tugas dan profesinya.

 

"Untuk mencapai itu semua, kami akan meningkatkan dalam hal lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, pengembangan karir juga sinergi dengan kebutuhan industri," jelas Hery.

 

Hery menyebutkan, untuk penguatan tenaga pendidikan dan latihan, Kemenaker akan mulai dirumuskan dan disinergikan dengan pihak terkait.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement