Rabu 27 Dec 2017 10:19 WIB

Seorang Remaja Jadi Korban Pencurian dengan Kekerasan

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Endro Yuwanto
Korban penculikan (ilustrasi)
Foto: www.karimatafm.com
Korban penculikan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  BOGOR -- Seorang remaja bernama Nabil Sungkar (18 tahun) menjadi korban pencurian dengan tindakan kekerasan, Rabu (27/12) dinihari. Sekira pukul 02.00 WIB, warga Kampung Cibogel, Tamansari, Bogor tersebut ditemukan di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Citereup, Bogor, dalam kondisi terluka.

Kapolsek Citeureup Kompol Tri Suhartanto mengatakan, korban mengalami luka pada wajah dan tangan sebelah kiri. "Ia ditemukan petugas yang tengah berjaga di area parkir bawah, yaitu Bripda Arga dari Brimob SAT II dan Irfan Sofian selaku security," kata Tri ketika dikonfirmasi Republika.co.id, Rabu.

Dari data yang terhimpun, diketahui bahwa kejadian bermula ketika Nabil menunggu teman perempuannya di Bogor Trade Mall (BTM) sekitar pukul 01.00 WIB. Tiba-tiba, dua laki-laki tidak dikenal langsung menyabetkan senjata tajam ke arah kepala korban.

Tri mengatakan, sabetan tersebut tidak langsung mengenai kepala, melainkan leher belakang. Dalam kondisi setengah tidak sadar, Nabil dimasukkan ke dalam mobil Avanza hitam. "Nomor plat belum diketahui," ucapnya.

 

Di dalam mobil tersebut, terdapat satu orang perempuan dan tujuh laki-laki. Selama dalam perjalanan, Nabil diminta membuka semua pakaian yang dikenakan dan diminta menyerahkan handphone. Kemudian, Nabil dibawa ke daerah yang tidak diketahui lalu diturunkan dengan kondisi hanya menggunakan celana pendek.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Kabupaten Bogor Ajun Komisaris Ita Puspita Lena mengatakan, Nabil sempat dibawa ke klinik 24 jam di Leuwinutug untuk mendapat pertolongan pertama. "Tapi, ia diminta rujuk ke rumah sakit, sehingga saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bina Husada," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, terdapat tiga barang yang diambil pelaku dari Nabil. Yakni, satu unit handphone Samsung Tipe J2, dompet yang berisikan kartu pelajar dan uang tunai Rp 70 ribu, serta satu set pakaian berisi baju, celana, dan jaket.

Saat ini, jajaran kepolisian sedang mencari informasi dari saksi-saksi. Ita mengatakan, untuk keperluan penyelidikan, Polsek Citereup telah melakukan koordinasi dengan Polsek Tamansari.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement