REPUBLIKA.CO.ID, NGAWI -- Bencana tanah longsor merusak dua rumah warga di Desa Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menyusul hujan deras yang mengguyur permukiman di lereng Gunung Lawu.
"Sesuai pendataan, dua rumah warga yang rusak tersebut adalah milik Pariyem dan Adi Tumin," ujar petugas BPBD Ngawi, Teguh Puryadi kepada wartawan di Ngawi, Jumat (22/12).
Akibat tanah longsor, dinding rumah Pariyem jebol. Beruntung saat kejadian janda tersebut sedang berada di Jakarta sehingga tidak ada korban jiwa. Sedangkan rumah Adi Tumin yang berada di atas rumah Pariyem, bagian dapurnya nyaris roboh karena tanah sebagai dasar bangunan ambles dan longsor.
Warga desa sekitar dibantu petugas BPBD Ngawi, TNI, Polri dan relawan bergotong-royong membersihkan material longsor dan puing-puing bangunan.
Teguh menambahkan, selain di Desa Hargomulyo, Ngrambe, tanah longsor juga merusak rumah seorang warga di Desa Manyul, Kecamatan Jogorogo, Ngawi. "Bencana longsor yang terjadi di sejumlah desa tersebut disebabkan intensitas hujan yang cukup tinggi sehingga tebing di lereng Gunung Lawu tidak kuat menahan debit air," kata Teguh.
BPBD Ngawi memprediksi risiko tanah longsor masih sangat tinggi mengingat curah hujan masih akan mencapai puncaknya pada bulan Januari dan Februari 2018.
Sesuai hasil pemetaan, daerah Kabupaten Ngawi yang masuk wilayah zona merah bencana longsor di antaranya terdapat di daerah lereng Gunung Lawu. Yakni Kecamatan Kendal, Jogorogo, Ngrambe dan Sine.
Warga yang tinggal di wlayah tersebut diminta berhati-hati saat hujan deras mengguyur selama beberapa jam bahkan semalaman penuh. Warga hendaknya mengungsi ke tempat yang lebih aman.