Kamis 21 Dec 2017 04:34 WIB

Dede Yusuf Pilih Tetap di DPR Ketimbang Maju di Pilgub Jabar

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Bilal Ramadhan
Dede Yusuf
Foto: Antara/Agus Bebeng
Dede Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, BALEENDAH -- Politisi Partai Demokrat, Dede Yusuf angkat bicara terkait dirinya yang memutuskan tidak maju pada pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 mendatang. Katanya, usai melakukan diskusi dengan DPP partai akhirnya diputuskan bahwa dirinya tetap bertugas di DPR RI.

"Sebagaimana saya sampaikan dulu, saya istikharah sampai Agustus dan berproses hingga November dan tahapan sudah dilalui. Saya berdiskusi dengan DPP dan memutuskan saya untuk tetap bertugas di DPR," ujarnya kepada wartawan saat acara syukuran Imah Rancage di Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (20/12).

Kemudian, ia menuturkan akhirnya DPP Partai Demokrat memutuskan memberikan dukungan kepada Bakal Calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar. Dimana, koalisi yang dibentuk dengan Partai Demokrat mendukung Deddy Mizwar sudah dibangun.

Katanya, saat ini ia mendengar terjadi dinamika dalam proses politik di Pilgub Jabar. Sehingga, konstelasi politik bisa berubah tiap jam. "Tentu kita dalam proses wait and see melihat apa yang dilakukan partai koalisi," ungkapnya.

Saat ditanya apakah ada kemungkinan perubahan dukungan yang di lakukan Partai Demokrat. Menurutnya, konstelasi di pusat yang berubah cepat berdampak ke daerah namun ketika Demokrat menyatakan dukungan kepada Deddy Mizwar maka saat ini yang perlu dibahas mengenai koalisi yang dibangun siapa saja.

"Tentu ini tugas calon karena mereka yang mencari koalisi dan bukan partai. Kami melihat di Demokrat, perkembangan menit permenit bisa terjadi perubahan dan petubahan mungkin terjadi di kubu kami," katanya.

Dede Yusuf mengatakan pada prinsipnya ia akan mendukung siapapun calon yang sudah diputuskan oleh partai. Saat ini katanya, tugas di DPR merupakan posisi yang pas untuk dirinya. "Pada prinsipnya akan mendukung apa yang diputuskan partai. Bagi saya saat ini tugas di DPR lebih pas buat saya," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement