Rabu 29 Nov 2017 11:14 WIB

Alexis Jadi 4Play, FPI: Kalau Tetap Maksiat, Sama Saja

Rep: Ali Mansur/ Red: Bilal Ramadhan
Lepas Plang Alexis. Petugas melepas plang Hotel Alexis di Jalan RE Martadinata, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (1/11).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Lepas Plang Alexis. Petugas melepas plang Hotel Alexis di Jalan RE Martadinata, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (1/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Isu Hotel Alexis masih beroperasi dan berganti nama menjadi 4Play menjadi perbincangan hangat di medis sosial. Banyak pihak menyayangkan jika 4play hanya sekedar kamufkase dari Alexis. Bahkan Front Pembela Islam (FPI) tidak ada pengaruhnya perubahan nama yang dilakukan oleh pihak Alexis.

"Ganti nama 4play sama saja atau nama apapun kalau masih tetap menjadi tempat pesta minuman keras dan kegiatan maksiat lainnya ya sama saja," tegas juru bicara FPI, Munarman, dalam pesan singkatnya, Rabu (29/11).

Selain itu, pihaknya juga mendukung Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno untuk mendapatkan Pendapat Asli Daerah (PAD) yang halal. Sehingga, Munarman berharap, pembangunan di DKI Jakarta menjadi lebih berkah.

Realisasi PAD DKI Jakarta sendiri, telah mencapai Rp 34,4 triliun sampai Oktober 2017 atau 82,59 persen dari target dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sebesar Rp 41,68 triliun.

Sebelumnya, juru bicara Alexis Group Lina Novita menjelaskan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya mencabut izin dari hotel dan griya pijat saja. Sementara izin unit usaha lainnya seperti restoran, bar, karaoke dan live music, izin statusnya valid.

Lina juga membantah tulisan warganet dalam akun Facebook atas nama Fery Samuel Sitanggang, soal restoran, bar, karaoke dan live music Alexis yang juga menyajikan hiburan bersifat pornografi. Menurut dia, konsep restoran, bar, karaoke dan live music di sana yang masih beroperasi sejak awal, masih sama konsepnya. "Semua enggak benar, dan namanya bar itu belum ada perubahan," jelas Lina.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement