REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Komisi III DPR kembali melanjutkan rapat dengar pendapat dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (12/9). Rapat hari ini merupakan lanjutan dari rapat pada Senin (11/9) yang diskors pukul 22.30 WIB.
Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa mengungkapkan, masih ada sekitar sembilan fraksi yang belum mendapatkan kesempatan untuk mendalami berbagai isu terkait KPK. "Ini hanya lanjutan kemarin. Baru Pak Junimart yang bertanya dan masih ada sembilan fraksi lagi," ujar Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.
Desmond mengungkap, masih banyak isu yang hendak didalami oleh para anggota Pansus Angket KPK. Sebab, dalam rapat kemarin, baru membahas terkait pengelolaan barang sitaan dan rampasan hasil tindak pidana korupsi, yang menjadi salah satu temuan-temuan Panitia Khusus Angket DPR terhadap KPK.
Namun Desmon menegaskan, rapat bukan dalam rangka menjatuhkan KPK dan menjadi forum Pansus Angket terhadap KPK. Menurutnya, apa yang dipertanyakan anggota Komisi III adalah mempertegas pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke Komisi III DPR.
"Itu hanya mempertegas apa-apa yang belum tegas di KPK. Ya ini hanya RDP saja, bukan pansus yang berdampak ada rekomendasi. Kalau pansus ada rekomendasi, kalau komisi itu penggalian sesuatu yang merugikan masyarakat, sesuatu yamg diitanyakan," ujar Desmond.
Terkait banyaknya anggota komisi lain yang diganti sementara ke Komisi III dalam RDP dengan KPK, menurutnya juga hal yang biasa. Meski anggota yang diganti merupakan anggota Pansus Angket "Hari ini kan banyak pesepsi seolah-olah hari ini kayak pansus, bukan, ini tugas pengawasan DPR tapi kalau memang ada orang yg di-BKO oleh fraksinya di komisi bukan sesuatu aneh, dalam DPR sudah biasa," katanya.
Ia menekankan, pihaknya juga menjaga agar arah RDP Komisi III DPR tidak menjadi suasana Pansus Angket KPK, lantaran juga banyak merangkap anggota Komisi III merangkap Pansus Angket KPK. "Pimpinan hanya mengarahkan. Saya hanya memantau nanti saya akan rapatkan dengan fraksi saya. Karena kami bukan bagian dari pansus KPK. Kami sifatnya menjaga jangan sampai kelembagaan KPK dirugikan pansus," kata Desmond.