Kamis 13 Jul 2017 00:09 WIB

Pesatnya Kendaraan Pribadi Turunkan Bisnis Bus Pariwisata

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Nur Aini
Bus Pariwisata (Ilustrasi)
Foto: persewaanbuspariwisata.blogspot.com
Bus Pariwisata (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN — Pesatnya pertumbuhan kendaraan pribadi (khususnya mobil) memiliki andil bagi perkembangan perusahaan otobus (PO) jasa transportasi pariwisata. Meski masih ada sebagian masyarakat yang memanfaatkan jasa transportasi (bus) wisata, kecenderungan masyarakat untuk berwisata dengan menggunakan mobil pribadi juga semakin tinggi.

“Semakin banyaknya kendaraan pribadi, tentu mempengaruhi (PO) pariwisata. Tak terkecuali di Jawa Tengah,” ungkap Ketua Umum Paguyuban Pelaku Wisata (PPW) Jawa Tengah, Purwanto di sela kontes klakson telolet bus, di Hotel Wujil Ungaran, Rabu (12/7).

Menurutnya, saat ini semakin masyarakat lebih banyak memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada menggunakan PO untuk berwisata. Dengan adanya kendaraan pribadi angkutan massal sedikit dilupakan.

Sehingga hal ini menuntut perusahaan jasa transportasi wisata harus mampu bersaing. Misalnya dalam menyediakan fasilitas dan armada bus yang lebih nyaman dan lengkap. Hal itu termasuk dalam hal menyiapkan pengemudi serta awak angkutan transportasi yang lebih profesional. Lantaran hal itu, PPW Jawa Tengah selalu berbenah dan tidak bisa main- main jika ingin tetap bisa bersaing dan PO jasa transportasi pariwisata tetap mendapatkan tempat di masyarakat.

Apalagi, maraknya kecelakaan bus pariwisata beberapa waktu lalu, masalah profesionalisme pengemudi juga ikut menjadi sorotan. “Makanya, saat ini banyak PO pariwisata yang melakukan pembaharuan armada bus. Harapannya, supaya masyarakat tetap menggunakan bus sebagai sarana transportasi berpariwisata,” kata Purwanto.

Meski begitu, kata dia, saat ini masih banyak pelaku wisata yang tetap menggunakan bus sebagai sarana transportasi pariwisata. Terbukti setiap awal tahun, pertengahan bulan dan akhir tahun jumlah pengguna sarana bus pariwisata selalu meningkat.

Ia juga mengakui, ketersediaan bus pariwisata di Jawa Tengah memang musiman. Di waktu musim penggunaan busa pariwisata ramai sampai harus menolak order karena kekurangan armada.

Pada kondisi seperti ini, tidak sedikit pelaku wisata yang menggunakan armada bus dari luar Jawa Tengah. Harapan ke depannya semua transportasi yang digunakan untuk pariwisata akan lebih baik lagi,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement