Sabtu 01 Jul 2017 14:50 WIB

Pemilik Kios Oleh-Oleh Harapkan Pengalihan Arus

 Kendaraan melintas di Simpang Jomin, Cikampek, Karawang, Jabar. ilustrasi
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Kendaraan melintas di Simpang Jomin, Cikampek, Karawang, Jabar. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Para pemilik kios oleh-oleh tradisional maupun pemilik warung di jalan arteri utara Karawang, Jawa Barat berharap pengalihan arus lalu lintas dari jalan tol sehingga menambah omzet dagangan mereka selama libur Lebaran 2017.

"Sejak pembukaan tol Cikopo-Palimana dua tahun lalu, penjualan saya menurun hingga lebih dari 50 persen. Sebagian besar pembeli menggunakan sepeda motor, hanya beberapa yang memakai mobil," kata pemilik kios tapai Pupun Purhati di Karawang, Sabtu (1/7).

Kios oleh-oleh tradisional Pupun yang terletak di jalan raya Kaliasin jelang Simpang Jomin Karawang hanya disinggahi para pemudik asal Pantura Jawa Barat seperti Cirebon, Indramayu, Kuningan, ataupun Majalengka.

Setidaknya terdapat empat hingga lima kompleks kios oleh-oleh yang menjajakan makanan tradisional seperti kerupuk pasir, tapai, ubi cilembu, dodol, wajit, asinan, keripiki, hingga mainan anak di tepi jalan Pantura Subang hingga Cikampek.

Setiap kompleks itu terdiri dari 11 hingga 13 kios oleh-oleh yang dimiliki warga sekitar Karawang dan Subang.

"Para pembeli yang berkunjung lebih banyak sore hari karena mereka sambil beristirahat di sini," ucap Pupun yang juga menyediakan toilet bagi pemudik yang melintas.

Pupun mengaku penurunan omzet kiosnya juga dipengaruhi pengatuan arus lalu-lintas dari arah Subang melewati jalan Wadas-Cilamaya Karawang untuk menghindari kemacetan di simpang Jomin.

"Harga dagangan kami di sini sebenarnya dua kali lebih murah dibanding oleh-oleh yang dijual di tempat peristirahatan di jalan tol," ujar kata Pupun mengaku menjual kerupuk pasir seharga Rp15 ribu per dua bungkus dan tapai singkok Rp15 ribu per dua kilogram.

Pemudik sepeda motor asal Haurgeulis Indramayu Bachtiar (32) mengaku sengaja singgah di kios-kios oleh-oleh tradisional Karawang untuk membeli kerupuk pasir dan tapai singkok.

"Ini adalah oleh-oleh khas daerah Pantura Jawa Barat. Saya hanya membawa mangga Indramayu dari kampung buat ibu mertua dan tetangga di Bantargebang, Bekasi," tutur Bachtiar.

Pemudik asal Kuningan, Didi Rosadi (27) juga mengaku sengaja mampir di kios oleh-oleh tradisional untuk membeli kerupuk pasir dan sekedar melepas lelah menempuh perjalanan.

"Jika pemilik kios merapikan tempat parkir mereka dan menyediakan tempat peristirahatan yang sejuk, para pemudik sepeda motor akan lebih memilih berhenti dan singgah di sini," ujar Didi tentang saran untuk meningkatkan omzet pemilik kios.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement