Selasa 23 May 2017 22:37 WIB

Indonesia-Swedia Diharap Jadi Panutan Negara Lain

Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia dari Swedia.
Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia dari Swedia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program dan kerja sama Indonesia dan Swedia untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak-anak diharapkan dapat menjadi panutan untuk negara lain yang mengalami masalah serupa.

"Swedia meminta kami untuk menindaklanjuti dengan aksi agar dua negara ini bisa menjadi panutan untuk membantu Tanzania dan Meksiko," ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise kepada Antara usai melakukan pertemuan dengan Ratu Silvia dari Swedia di Jakarta, Selasa (23/5).

Indonesia dan Swedia, tutur dia, merupakan negara pathfinding atau negara pembuka jalan untuk kerja sama global perlindungan anak bersama Tanzania dan Meksiko.

Dimulai dari kerja sama Indonesia dan Swedia, Menteri Yohana berharap empat negara besar itu bisa menjadi panutan untuk mengakhiri kekerasan pada anak.

Terkait pertemuan dengan Ratu Silvia, menurut dia, Ratu merupakan sosok yang peduli pada perlindungan anak dan ingin melihat program yang dimiliki Indonesia untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak-anak.

"Ratu ingin bertemu dengan kami kementerian untuk melihat ke depan bagaimana dua negara ini bisa melakukan kerja sama untuk perlindungan anak," ujar Menteri Yohana.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Yohana juga menyampaikan posisi pemerintah Indonesia dalam prioritasnya menerapkan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan memerangi kekerasan.

Pemerintah Indonesia dan Swedia berkomitmen untuk mengakhiri segala bentuk kekerasan pada anak-anak, termasuk kekerasan seksual, fisik, psikis dan penelantaran sebagai bagian dari Agenda 2030.

Pembangunan berkelanjutan (SDGs) menekankan pemerintah harus memberantas kekerasan pada anak-anak dengan melakukan aksi untuk mengukur pemerataan dan memeriksa penyebab untuk mengambil langkah pencegahan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement