Selasa 07 Mar 2017 17:37 WIB

Solid Dukung Ahok, Oso Singgung Dukungan Partai Islam di Papua

Rep: Ali Mansur/ Red: Teguh Firmansyah
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta.
Foto: ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (Oso) menegaskan, pihaknya tetap konsisten mendukung pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saeful Hidayat pada putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

Hal itu disampaikan setelah, mereka melakukan pertemuan dengan empat partai lainnya, PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, dan PPP versi Djan Faridz. Oso juga mengimbau agar warga DKI Jakarta memilih gubernur yang memberikan keuntungan untuk masyarakat.

Menurut wakil ketua Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR) RI itu, rapat yang dipimpin oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menegaskan partai pendukung Ahok-Djarot komitmen hingga akhir Pilkada DKI nanti.

Oso beralasan mengap pihaknya tetap solid mendukung Paslon nomor urut dua, yaitu berkaca pada Pilkada Papua Barat beberapa waktu lalu.

 

“Saya senang sekali, karena Pilkada beberapa lalu di Papua, di Papua itu seorang calon yang didukung oleh PKB, PPP, PAN, PKS dan Nasdem itu semuanya memilih calon Papua Barat dari unsur Agama Kristen, Irene Manibuy dan pasangannya Abdullah Manaray,” ungkap Oso di City Tower, Jakarta Pusat, Selasa (7/3).

Berkaca pada Pilkada Papua Barat 2017, artinya Indonesia ini sudah membangun suatu komunikasi umat beragama yang begitu dalam. Maka Oso mewanti-wanti agar jangan ada yang merusak ini keragaman ini. Oso berharap agar umat Islam di seluruh Indonesia sama seperti di DKI Jakarta.

Baca juga,  Ini Klarifikasi KPU DKI Terkait Aksi Walk Out Djarot.

Sebagai contoh kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud. Hal itu telah membuktikan bagaimana indahnya keseragaman umat beragama. Sebab dia menerima segala umat, termasuk dengan Ahok.

“Jadi inilah yang kita harapkan Indonesia untuk kita semua, bermacam-macam umat beragama untuk Indonesia satu dan satu ini untuk semuanya, dan jangan ada dusta di antara kita, pilihlah sesuka hatinya,” tambahnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement