Selasa 21 Feb 2017 17:07 WIB

Bahasa Indonesia di Medsos Bergeser, Kemendikbud: Ini Darurat Sosial

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nur Aini
Sosial Media. Ilustrasi
Foto: Google
Sosial Media. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendkbud) segera membahas dan meneliti bahasa Indonesia yang digunakan di media sosial.

"Ini darurat sosial. Kita akan membahas rancangan penelitiannya. Hasilnya jadi program aksi," kata Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa, Hurip Danu Ismadi di Jakarta, Selasa (21/2).

Ia mengatakan, selama ini Bahasa Indonesia yang digunakan di media sosial bukan bahasa yang diharapkan. Bahkan, bahasa media sosial itu kemudian menjadi ungkapan yang tidak baik. "Sehingga kami akan melakukan kajian seperti apa berbahasa Indonesia di medsos," ujar dia.

Danu mengaku, selama ini Badan Bahasa selalu melakukan pelatihan dan penyuluhan untuk berbahasa yang baik di media sosial. Ia menyebut, penggunaan bahasa Indonesia di media sosial berpotensi bergeser dari yang baik dan benar menjadi salah. Menurutnya, Bahasa Indonesia di media sosial bukan seperti bahasa tulisan, tetapi hanya bahasa ungkapan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement