Selasa 21 Feb 2017 11:24 WIB

Anton Tabah: Rupanya Alam tak Terima Ahok

Rep: C62/ Red: Teguh Firmansyah
Mantan sekretaris pribadi Presiden Soeharto, Brigjen Anton Tabah.
Foto: Republika
Mantan sekretaris pribadi Presiden Soeharto, Brigjen Anton Tabah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hujan yang turun sejak semalam membuat sedikitnya 54 titik di Jakarta tergenang banjir. Ketinggian air bervariasi tergantung dari debit air yang masuk wilayah tersebut.

Kondisi Jakarta saat ini menuai banyak komentar positif dan negatif dari setiap warganya. Di Twitter, tak sedikit mempertanyakan celotehan-celotehan buzzer Ahok sebelumnya yang seolah menantang kedatangan banjir. Ada juga yang menyayangkan pihak-pihak tertentu menggunakan banjir sebagai instrumen politik. 

Ketua Penanggulangan Penodaaan Agama Anton Tabah Digdoyo menyebut alam tak menerima Ahok sebagai Gubernur DKI.  "Rupanya alam tidak menerima Ahok jadi Gubernur DKI ya. Ini tanda bahwa alam gak mau Ahok," katanya kepada Republika.co.id, Selasa (21/2).

Anton  berseloroh ketika Ahok dinonaktifkan menjadi Gubernur sebagai konsekuensi mengikuti proses pilgub, meski diguyur hujan, Jakarta tidak banyak digenangi air. "Dalam bahasa pejabat tergenang tapi banjir dalam bahasa awam," katanya.

(Baca Juga: Banjir Setinggi 70 cm, Djarot: Ini Bukan Banjir, Tapi Tergenang)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement