Sabtu 31 Jan 2026 08:37 WIB

Banjir Masih Genangi 30 RT di Jakarta

Kami bersama instansi terkait melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali air.

Rep: Bayu Adji Prihammanda,/ Red: Erik Purnama Putra
Anak bermain saat banjir merendam permukiman di Kawasan Rawajati, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026). Banjir dengan ketinggian 1 hingga 3,5 meter tersebut terjadi sejak pukul 02.00 WIB dini hari yang disebabkan oleh luapan sungai Ciliwung. Akibat banjir tersebut, aktivitas warga terhambat dan sebagian warga memilih bertahan di lantai dua rumahnya hingga air banjir surut.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Anak bermain saat banjir merendam permukiman di Kawasan Rawajati, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026). Banjir dengan ketinggian 1 hingga 3,5 meter tersebut terjadi sejak pukul 02.00 WIB dini hari yang disebabkan oleh luapan sungai Ciliwung. Akibat banjir tersebut, aktivitas warga terhambat dan sebagian warga memilih bertahan di lantai dua rumahnya hingga air banjir surut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengatakan, masih ada 30 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan yang masih tergenang banjir. Rata-rata ketinggian air maksimal 50 sentimeter (cm).

"Kami bersama instansi terkait melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Berdasarkan data BPBD DKI, banjir yang terjadi di ibu kota sudah mulai berangsur surut, setelah pada Jumat (30/1/2026), terdapat wilayah yang tergenang mencapai 3,5 meter. "Untuk saat ini, tepatnya pada Sabtu pagi, dari data yang sama, menunjukkan bahwa air yang menggenangi wilayah Jakarta tertinggi tinggal 50 cm," ujar Yohan.

Pada Sabtu pagi WIB, kata dia, wilayah yang tergenang tinggal 30 RT, dan terbanyak masih di Jakarta Timur dengan jumlah mencapai 22 RT. Sementara di Jakarta Selatan, kini tinggal satu RT dan Jakarta Utara tujuh RT yang terendam banjir dengan ketinggian air di bawah 50 cm.

"Penyebab banjir di Jakarta Timur dan Selatan karena curah hujan tinggi serta meluapnya Sungai Ciliwung, sementara di Jakarta Utara karena luapan Kali Angke dan Kali Nagrak," kata Yohan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement