REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menegaskan politik pemerintahan yang dipimpinnya saat ini adalah kerja, kerja, kerja, kerja, dan kerja.
"Ingat, politik kita sekarang adalah politik kerja, kerja, kerja, tambah satu kerja," katanya saat peluncuran Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) di Istana Negara Jakarta, Jumat (18/11).
Jokowi juga menegaskan jika bekerja dengan dirinya dipastikan setiap pekerjaan akan terus dikontrol dan dicek. "Bekerja dengan saya, saya pastikan akan saya kontrol. Akan saya cek, akan saya cek. Cek," ujar Jokowi di depan para pimpinan lembaga tinggi, menteri dan para gubernur.
Mengenai SNKI, Presiden minta kepada institusi kementerian dan institusi pemerintah agar benar-benar memastikan pelaksanaannya. "Kalau strateginya sudah dibuat, kemudian pelaksanaannya dipastikan harus sesuai dengan strategi itu," ujarnya.
Jokowi meminta strategi pelaksanaan SNKI harus berjalan dan 75 persen penduduk Indonesia telah menggunakan lembaga keuangan akan dicek setiap kenaikannya per bulan karena untuk mencapai indek keuangan inklusif di tingkat 75 persen dalam waktu 3-4 tahun ini bukan sebuah angka yang kecil.
"Tetapi ini harus (dilakukan), kalau kita mau masyarakat kita meningkat kesejahteraannya," kata Jokowi.
Jokowi menegaskan agar target yang dicanangkan bisa tercapai maka harus meninggalkan kebiasaan lama, yakni banyak rencana, banyak strategi, tapi minim di dalam pelaksanaan. "Boleh banyak-banyak strategi, tetapi pelaksanaan juga banyak," katanya.