Jumat 18 Nov 2016 12:28 WIB

Aher Minta Daerah Moratorium Perizinan Toko Modern

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andi Nur Aminah
Ahmad Heryawan
Foto: Republika/Edi Yusuf
Ahmad Heryawan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta bupati/wali kota untuk meregulasi ulang perizinan berdirinya toko-toko atau pasar modern di setiap daerahnya. Ini dilakukan, untuk mengendalikan keberadaan toko-toko modern yang menjamur. Agar, tidak mengancam keberlangsungan toko-toko atau warung kecil milik masyarakat.

Bahkan, kalau kondisinya sudah parah, Aher mengatakan daerah bisa membuat kebijakan moratorium izin toko modern. "Jaraknya harus dijaga antara toko modern dan toko tradisional yang dikelola warga agar bisa seimbang. Bahkan, kalau mengancam keberlangsungan ekonomi masyarakat, ya moratoriumkan juga boleh," ujar Heryawan yang akrab disapa Aher kepada wartawan di Gedung Sate Bandung, Kamis petang (17/11).

Dia menegaskan, bupati dan wali kota berdosa jika mematikan pasar rakyat. Aher membayangkan menjamurnya toko, dan pasar-pasar modern secara besar-besaran berisiko memunculkan ketimpangan pertumbuhan ekonomi antara pemilik modal, dan perekonomian masyarakat. Pengaturannya adalah yang modern, besar dan kecil harus diregulasikan. "Jangan kemudian ke pelosok-pelosok diizinkan," katanya.

Aher mengatakan hal ini ibarat gurita dari perusahaan besar, yang dampaknya terhadap pasar kecil. Pada dasarnya, kata dia, kewenangan dalam memberikan perizinan tersebut adalah pemerintah kabupaten/kota. Namun, dia mengimbau para kepala daerah di Jawa Barat untuk menjamin seluruh aktifitas perdagangan baik modern maupun tradisioal tetap tumbuh dan hidup.

Pertumbuhan warung modern, Aher mengatakan ada di kewenangan bupati/wali kota. Jadi, mereka harus bisa membuat regulasi yang membuat orang hidup semuanya.

Oleh karena itu, jika kondisinya sudah parah Aher mempersilakan bupati atau wali kota melakukan moratorium. Tapi, jika regulasinya masih bisa diatur maka diatur saja. "Yang penting, harus bisa menjamin warung gede hidup, warung kecil, menengah hidup, warung tradisional juga hidup," katanya.

Aher berharap, kebijakan tersebut bisa membuat ekonomi tumbuh secara merata. "Jangan sampai ekonomi tumbuh, tapi kemiskinan juga tumbuh," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement