REPUBLIKA.CO.ID, MANGUNREJA -- Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil menangkap Fir (26 tahun), pelaku penganiayaan disertai pencurian terhadap S (40), perempuan yang dibuang ke dalam jurang sedalam 20 meter di Kampung Cikaso, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya yang terjadi pada 3 Oktober lalu. Ternyata pelaku merupkan kekasih gelap korban.
Penangkapan pelaku terjadi di rumah kontrakannya di Kelurahan Karangpnimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Dari keterangan yang dihimpun, Fir melakukan aksinya karena merasa kesal dengan korban yang setiap hari datang ke kontrakannya.
Pelaku merasa malu karena korban yang telah bersuami itu datang dan meminta 'main'. Pelaku pun terus melayani korban hingga tidak terhitung sudah berapa kali mereka berdua memadu kasih layaknya suami istri, meski pelaku melakukannya dengan terpaksa.
Namun terakhir kali, keduanya cekcok akibat persoalan serupa ketika mereka pergi ke Salawu. Saat itu, pelaku melakukan tindakan penganiayaan hingga mengakibatkan bagian kornea mata kanan korban pecah akibat tusukan pisau pelaku. Selain itu, korban pun merampas seluruh perhiasan korban berikut uang Rp 1 juta. Korban yang sudah tidak berdaya malah dilempar ke dalam jurang sedalam 20 meter hingga tubuhnya terseret aliran sungai.
Wakil Kapolres Tasikmalaya Komisaris Wadi Sa'bani, menjelaskan polisi tidak fokus pada jalinan kasih keduanya, melainkan pada kasus hukum yang dilakukannya. Pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman sembilan tahun penjara. Korban ditemukan warga pada pagi harinya dengan kondisi mengenaskan akibat ditusuk pisau pada pelipis mata kanan.
"Terjadi percekcokan hingga penganiayaan. Dari mulai pencekikan dan penusukan dengan senjata tajam di pelipis mata kanan. Pelaku juga merampas kalung dan gelang korban, lantas menjatuhkanya ke dalam jurang," ujar Wadi, Senin (17/10).
Fir mengaku khilaf saat melakukan hal tersebut. Mulanya ia tidak berniat melakukan tindakan tersebut, namun saat korban datang kembali ke kontrakannya maka kesempatan pun muncul. Saat mereka berdua berteduh pada tengah malam di kawasan Salawu, keduanya sempat beradu mulut hingga berakhir penaniayaan terhadap wanita penjual jamu keliling itu.
"Saya sudah minta dia untuk tidak datang terus karena malu sama orang tua. Dia memang baik, tetapi sudah bersuami di Solo," ungkapnya.




