Rabu 05 Oct 2016 15:10 WIB

Jabar Belum Gunakan Dana Tambahan Tanggap Darurat Bencana

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andi Nur Aminah
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan saat meninjau lokasi bencana di Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut
Foto: Mahmud Muhyidin
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan saat meninjau lokasi bencana di Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dana cadangan tanggap darurat bencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat diprediksi aman hingga akhir tahun ini. Pada APBD Perubahan 2016 yang belum lama dibahas, Pemprov Jabar telah sepakati menambah kembali dana tanggap darurat sebesar Rp 10 miliar.

Menurut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, tambahan dana cadangan bencana tersebut belum digunakan. Meskipun, terjadi bencana di Garut dan Sumedang pada 20 September lalu. Menurutnya, dana tersebut baru akan digunakan jika pemerintah kabupaten/kota sudah tidak punya kemampuan untuk menangani bencana.

"Belum dipakai. Yang tanggap darurat masing-masing kabupaten/kota punya juga. Dana tambahan baru akan dipakai kalau diperlukan," ujar Heryawan yang akrab disapa Aher kepada wartawan di Gedung Sate, Rabu (5/10).

Menurut Aher, dana tersebut digunakan untuk mitigasi bencana dan penanganan yang cepat lainnya. Sementara untuk dana pascabencana di Garut dan Sumedang, pihaknya telah menyalurkan sebesar Rp 10 miliar, yakni Garut Rp 6,5 miliar dan Sumedang Rp 3,5 miliar.

Uang tersebut, kata dia, di antaranya digunakan untuk pembelian alat kesehatan rumah sakit. Selain itu, digunakan juga untuk rehabilitasi dan rekonstruksi daerah yang terkena bencana. Saat ini, kondisi cuaca masih tergolong ekstrim. Sehingga, masyarakat harus waspada agar mampu mengantisipasi potensi bencana. "Ketika ada gejala, ada kekhawatiran, bisa dipicu angin, cuaca, hujan, segera menyelamatkan diri," katanya.

Bahkan, kata dia, warga yang berada dalam jarak cukup jauh dari kawasan potensi bencana pun harus turut berhati-hati. "Meskipun jaraknya agak jauh, kalau longsoronya gede, kan bisa sampai. Ketika ada situasi seperti itu, merasa ada bahaya, segera mengevakuasi," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement