Ahad 28 Aug 2016 05:30 WIB

Singapura Harap 'Asap Impor' dari Sumatra Menurun

Asap Sumatra di Singapura
Foto: Reuters
Asap Sumatra di Singapura

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPORE - Kualitas udara di Singapura diharapkan membaik dalam waktu 24 jam ke depan. Badan Lingkungan Nasional (BLN) Singapura mengatakan, Indeks Standar Polutan (PSI) sudah dalam angka moderat hanya masih dalam kategori tidak sehat. 

Singapura pun berharap asap impor dari sebagian wilayah Sumatra bisa menurun. “Kondisi berasap diharapkan menurun pada sisa hari ini,”kata penasihat kabut asap NEA, Sabtu (27/8) waktu setempat dilansir dari Strait Times.

Arah angin diharapkan berubah dari barat daya atau selatan pada malam kemarin.  Sekitar pukul 17.00 waktu setempat, PSI hinggap di angka 69 hingga 105. Angka PSI lebih tinggi di barat (76) dan utara (105). Sementara, di selatan PSI masih tercatat 69, di pusat 74 dan di timur 70.

Titik api berkurang di Indonesia.Namun kabut masih menjadi permasalahan bagi Singapura. Dalam waktu 24 jam, PSI diharapkan berubah menjadi angka moderat. Dengan prakiraan kualitas udara tersebut, NEA meminta setiap orang untuk beraktivitas dengan normal.

Hanya, warga yang merasa tidak sehat, khususnya anak-anak dan manula, juga mereka yang memiliki penyakit jantung dan paru-paru, diharapkan untuk mencari pertolongan medis. 

Jumat lalu, angka PSI jatuh ke angka tidak sehat pertama kali pada 2016.  Angin barat membawa asap dari kebakaran hutan di Sumatra, Indonesia ke Singapura. Sejak itu, kualitas udara berada dalam kondisi tidak sehat dalam skala 100-200.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement